CATATAN HARIAN DAN BUAH PIKIRANKU

yanti's posts with tag: jogja

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag jogja
Blog Entryperjalanan Jogja IIIMar 17, '08 8:38 PM
for everyone

Jogja III: saya tidak menyangka jika ini kunjungan terakhir saya ke Jogja, karena pada waktu selanjutnya saya harus SAID GOOD BYE to DD Republika.  Saya pergi bersama bu evi, tapi saya pulang pergi sendiri dan berbeda waktu dengan bu Evi, maklum Bu Evi bersama suaminya (sambil honey moon kali!).  Tetapi di kesempatan ke tiga ini, saya lebih senang karena saya bisa kenal lebih dalam dengan Purna dan Susan (guru IT di Jogja), saya pun punya kesempatan melakukan hal-hal konyol dengan mereka bertiga, seperti di alun-alun yang harus berjalan lurus melewati dua pohon beringin...."diputar-putar dahulu, lalu kemudian disuruh berjalan melewati kedua pohon tersebut, masihkah bisa berjalan ditengahnya, konon katanya kedua pohon itu punya magnet yang menyedot setiap yang lewat dengan mata terpejam akan mengarah ke sisi kiri pohon atau sisi kanan pohon, saya coba...HOREEE bisa tetap berjalan di tengah....berarti BOHONG...! kataku.  Tetapi kemudian seseorang berkata, mbak jalannya harus sampai panggung!!! "Hahhh, kan pohonnya di sini...! magnetnya ya diantara dua pohon dong, kalau jalan segitu jauh ya dimanapun lama kelamaan akan miring-miring mencari apa pun yang bisa dipegang, lihat saja orang buta" pikir ku mengomentari ide yang gak masuk akal ini.  Yang lain mengatakan, mbak jalannya bukan dari sisi sini, tapi sisi sana...ini lebih masuk akal, maka aku coba...SEKALI LAGI HOREEE BISA TUH TETAP JALAN DI TENGAH!!!! aku buktikan itu!  Kesimpulanku sih....jika fokus, konsisten, percaya diri langkahnya benar, kemudian tidak takut sehingga harus meraba-raba, bisa tuh jalan konsisten ditengah antara dua pohon beringin itu......
Ini kunjungan yang sangat fantastis bagiku, aku pun sempat jalan ke pameran buku...beli buku untuk sekolah pendampingan, sekalian beli buku pelajaran untuk anakku...hebatnya aku dapat diskon hingga 30%......irit sampai 50% jika dibandingkan beli di sekolah anakku.  Jalan-jalan malam dimalioboro pun tak ku lewatkan.  Walaupun sendirian..aku sangat menikmatinya...hah.....terutama jalan-jalan malam di malioboro yang ramai, ketemu turis-turis dari jepang..
target kunjungan pun tercapai MI GIRILOYO sepakat mengokohkan diri sebagai SEKOLAH BERBASIS SENI BATIK... DAN SDN PACAR BERBASIS LINUX....mudah-mudahan keunikan yang sudah dibangun ini tetap dipelihara oleh penerus program saya di Jogja...karena keuinikan inilah yang bisa dijual sebagai berita, terbukti kliping PRESS REALEASE KAMI DI KEDAULATAN RAKYAT YOGYA ditayangkan ulang oleh Bapeda Yogyakarta.Good bye Jogja, dan buat sahabat guru di Jogja...Terus berjuang be the best!

Meninggalkan Jogja sebenarnya sangat berat bagi saya, karena I feel like home in Jogja.... Berada di Jogja seperti berada di Bandung, tidak begitu crowed....jadi ke Jogja bagi saya serasa pulang kampung ke Bandung.  Jogja masuk dalam daftar "Hommy" bagi saya setelah Bandung.
Jika ada lagu KLA Project, "...dipersimpangan langkahku terhenti, ramai di kaki lima, setiap sudut menyajikan....orang duduk bersila...musisi jalanan mulai berasksi......suasana Jogja..." maka keindahan ini akan teringat terus.  Kelak saya berharap MI GIRILOYO BERBASIS SENI BATIK berkibar di Mancanegara.


Blog EntryPerjalanan Jogja IIMar 17, '08 8:37 PM
for everyone
Jogja II: Pada perjalanan kali ini ak pergi bersama bu Evi, pergi bersama akhwat bagiku lebih nyaman.  Tujuannya adalah memberikan pelatihan tentang evaluasi pembelajaran....Oh ya di Jogja ini ada 3 sekolah Dampingan kami yang dibangun pasca gempa dengan dana dari EXXON MOBIL OIL.  setelah beres pembangunan gedung, dilakukan pula pendampingan yang tujuannya adalah membudayakan sekolah dengan PEMBELAJARAN AKTIF.  Secara pribadi aku berpendapat programnya simple, yaitu membuat sekolah mampu mengajar dengan basis student center, tapi secara pribadi aku pesimis dalam dua tahun bisa meraih itu semua, karena pemerintah saja dengan proyek2nya sejak 1980-an sudah melakukan CBSA dan kini PAKEM, tetapi sekolah-sekolah kesulitan mengadopsi CBSA & PAKEM ini.... Dua dekade sudah pembelajaran  berbasis student ini disosialisasikan dan ditrainingkan pada guru-guru bahkan ada sekolah-sekolah pilot project segala, tetapi hasil survei MBE proses pembelajaran di Indonesia kebanyakan masih teacher center dan tetap konvensional. Mengapa ini terjadi? menurut saya ada beberapa alasan kegagalannya:
1.  Guru sudah terlanjur enak dengan sistem pengajaran yang selama ini turun temurun diwariskan, dan mereka mempunyai bukti empiris banyak siswa mereka yang akhirnya berhasil menjadi orang, hata dengan pembelajaran konvensional tersebut.
2.  CBSA dan PAKEM adalah adopsi dari barat,  dan ada langkah panjang yang harus dilakukan oleh Indonesia ketika akan mengadopsi ini, karena kultur timur dalam pengajaran terlanjur mendarah daging, ingat dipesantren-pesantren yang merupakan cikal bakal pendidikan formal di Indonesia, kita mengenal metode sorogan dalam pembelajaran, yang mana peran utadz sangat sentral.  Guru sebagai orang yang serba tahu, tiba-tiba harus diubah menjadi guru dan murid sama-sama ingin tahu.  Proses ini tentu butuh waktu panjang.
3.  Pembelajaran CBSA dan PAKEM menuntut guru kreatif dan siswa aktif.  Siswa aktif ditandai dengan tingginya rasa curiosity, akses terhadap informasi, keberanian mencoba dan tidak takut salah/gagal, berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan kemampuan menulis, serta menganalisis menggunakan logikanya.   semua tanda siswa aktif tersebut tidak muncul pada kebanyakan anak Indonesia, karena lingkungan pendidikan secara holistik (keluarga, rumah, sekolah, dan sistem)  terlanjur memplotkan mereka menjadi massa mengambang.  Guru kreatif...juga tidak muncul...mengapa? salah satu faktor adalah MUDAHNYA MENJADI GURU DAN PERCETAKAN GURU BESAR-BESARAN DI ERA LAMPAU menjadikan guru kurang terseleksi dengan baik, yang penting GURU TERSEDIA. akhirnya sosok guru seperti KI Hajar Dewantoro dan KH Ahmad Dahlan, R.A Kartini dan R. Dewi Sartika sulit ditemukan kembali, yang banyak adalah menjadi guru adalah PEKERJAAN.  Profesi guru pun tidak lagi datang dari hati, tetapi dari money (bahaya ini juga akan terjadi dengan tunjangan bagi guru tersertifikasi)
4.  Bangsa ini tidak jelas mau mengarah kemana? secara kebijakan kita lebih suka jadi bangsa buruh dan tetap terjajah, sehingga kebijakan untuk pembelajaran aktif pun setengah hati...karena pembelajaran seperti ini punya potensi membahayakan negara yang lebih suka dengan status quo sebagai negeri buruh dan terjajah.  Pembelajaran aktif berpotensi melahirkan anak-anak yang kritis, kreatif, dan inovatif....jadi pengelontoran dana pun bersipat pilih-pilih...

Jadi tujuan yang simple dari target untuk SD Pacar, MI Giriloyo 1 & 2 di Jogja tersebut, bagi saya berat sebetulnya, dan kurang menjual bagi sekolah yang didampingi, karena suatu sekolah jika ingin terkenal harus punya keunikan, proses belajar mengajar berbasis active learning, kurang menjual, selain untuk mencapainya dalam waktu dua tahun bukan hal yang mudah.  Oleh karena itu saya berpikir keras, bagaimana memperkenalkan sekolah dampingan DD ini agar dilirik oleh masyarakat Jogja kalau bisa dunia!!!! Maka hasil putaran otak dan ngobrol dengan kepala sekolah, para komite sekolah, guru-guru IT, keluarlah sebuah jargon, untuk menjadikan SDN Pacar Berbasis Linux, dan MI Giriloyo Berbasis Batik.  Lalu ditawarkan jargon ini pada kepala sekolah... 
Diperjalananku yang ke dua ini, aku dapat bernapas lega, karena bisa jalan-jalan malam di seputar malioboro, sekalian beli buah tangan....


Blog EntryPerjalananan ku ke Jogjakarta IMar 15, '08 11:39 AM
for everyone



Jogja (begitulah orang sana menyebutnya dan tidak rela kalau disebut yogya...Toserba kali??) adalah kota kedua yang aku kunjungi setelah Aceh:
Jogja I :  Tujuan ku adalah menemani Pak Asep untuk bersama-sama memberikan pelatihan mengenai budaya sekolah.  Maklum aku belum tahu situasi kondisi, dan bagi Pak Asep ini perjalanan ke Jogja yang kedua kalinya.  Perjalanan kali ini cukup berliku, karena kami dibekali uang yang pas-pasan....akhirnya kami harus betul-betul mengirit, bahkan ketika akan pulang kembali, dari bandara kami bertanya-tanya apakah uangnya masih cukup untuk naik taxi???tapi alhamdulillah kami tak harus mengamen......karena kami memilih melewati jalan belakang bandara yaitu lewat tangerang (dengan membayar pajak pada petugas pintu bandara 3.000 mobil pun dizinkan lewat belakang), lebih irit karena tidak perlu melewati jalan tol Jakarta-Bogor yang bisa menghabiskan 20.000, selain juga lebih cepat tidak perlu berputar-putar karena kantor kami di Parung.   Walhasil kami membayar taxi 180 rb-an, waduh pas banget, uang yang tersisa ditangan kami memang segitu....  Ini kunjungan pertamaku ke Jogja, tapi aku tidak bisa jalan-jalan kecuali ke alun-alun yang ada kandang gajah itu....selain risi pergi dengan ikhwan kalau harus jalan-jalan segala, juga memang kami tak dibekali uang cukup....tapi aku tak sedih karena ini bukan perjalanan terakhir ke Jogja.



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help