CATATAN HARIAN DAN BUAH PIKIRANKU

yanti's posts with tag: guru

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag guru
Blog EntrySeulas Senyum Guru Sejuta Kebahagiaan MuridJul 8, '08 8:42 AM
for everyone

Pagi itu Pak Narto dimumetkan dengan masalah keluarganya. Isterinya narah-marah, biasa masalah klasik “kekurangan uang belanja”. Anaknya bertengkar memperebutkan pensil. Walaupun pertengkaran kecil, tetapi memusingkan kepalanya. Pak Narto meninggalkan kesemerawutan dikeluarganya, ia menancap gas menuju tempat mengajar. Perjalanan Pak Narto dipenuhi wajah cemberut dan serius. Otaknya pun berputar-putar memikirkan masalah rumah tangganya. Sampai di gerbang sekolah, tampak anak-anak berseragam merah putih berduyun-duyun memasuki gerbang. Pak Narto memperlambat laju sepeda motornya, dan membuka kaca helmnya. Pak Narto! Seru seorang anak. Assalamualaikum! Sambil tersenyum anak-anak menyapa dan menyalami tangan Pak Narto. Pak Narto menjawab salam dan pada akhirnya harus pula tersenyum. Suatu keajaiban terjadi. Kedumelan hati Pak Narto menjadi hilang dan kemumetan rumah pun terlupakan. Dengan muka berseri, kini Pak Narto memasuki ruang guru dan menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada rekan-rekan guru yang terlebih dahulu datang. Ajaibnya, seakan melupakan segala kerumetan di rumah tangganya, Pak Narto pun dengan semangat masuk ke kelas, menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada muridnya.

Apa yang dialami Pak Narto mungkin kita alami pula. Sapa, salam, dan senyum adalah perbuatan yang sepele dan sangat kecil. Tetapi perbuatan tersebut mampu menyembuhkan kekesalan, kegundahan, dan bahkan kesedihan. Keajaiban apa yang ada pada sapa, salam, dan senyum?

Otak dan pesan bahagia

Otak manusia mempunyai pengantar pesan sedih (sad messengers) dan pengantar pesan bahagia (happy messengers). Bila dalam keadaan tertekan dan sedih, otak akan menerima pesan sedih. Sebaliknya dalam keadaan senang dan gembira, otak akan menerima pesan bahagia. Pesan bahagia ini ada tiga macam yaitu serotinin, norodrenalin, dan doparmine. Serotinin dalam otak mengatur jam biologis kita agar bekerja sebagaimana mestinya. Serotinilah yang membuat kita tertidur pada jam tidur. Pesan bahagia “serotinin” membuat kita dapat tidur dengan nyenyak. Sebaliknya kondisi tertekan membuat kita tidak dapat tidur, sehingga serotinin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Norodrenalin membuat tubuh merasa segar. Norodrenalin bekerja ketika pikiran kita membayangkan hal-hal yang membahagiakan, sehingga membuat kita bersemangat. Dopamine bekerja untuk membuat kita menikmati hidup dan mengurangi rasa sakit. Dopamine sering disebut sebagai pembunuh alami rasa sakit “natural pain killer”.

Tiga pesan tersebut dapat diaktifkan secara eksternal dan internal. Secara eksternal misalnya dengan minum minuman penyegar seperti teh, coklat, dan kopi. Tetapi efek dari minuman seperti ini hanya sementara saja, setelah selesai minum pikiran sedih, tertekan, dan bahkan stress akan timbul kembali. Cara yang paling ampuh dan bertahan lama adalah secara internal, yaitu dengan senantiasa berpikir positif. Berpikir positif artinya senantiasa menganggap masalah yang ada dan menimpa diri kita adalah bagian dari ujian hidup. Masalah pun merupakan ujian keimanan. Keberhasilan mengatasi ujian hidup, akan mempertebal iman. Sehingga masalah hidup adalah ladang ibadah dan amal shaleh untuk mempertebal iman. Orang yang berpikir positif seperti ini, akan bergembira dengan masalah. Berpikir positif diartikan pula menganggap setiap masalah sebagai sebuah tantangan untuk dipecahkan. Jadi masalah bagi penyuka tantangan ibarat teka teki silang atau menaklukkan ketakutan seperti di “fear factor”. Keberhasilan memecahkan teka teki silang tentu sangat menyenangkan. Jadi datangnya masalah berarti tantangan untuk ditaklukan bukan dihindari. Secara internal dan eksternal terapi senyum, sapa, dan salam pun terbukti mampu mengaktiftan ketiga pesan ini, seperti kasus Pak Narto di atas. Senyum, sapa, dan salam tulus dari muridnya mampu menghilangkan kerumetan rumah tangganya. Ketika senyum, sapa, dan salam ditebarkan kembali pada yang lain, norodrenalin bekerja membangkitkan semangat untuk bekerja dan melupakan kesemerawutan keluarganya tadi pagi.

Senyum, sapa, salam menurut berbagai kalangan

Sudah sejak lama senyum, sapa, dan salam dikumandangkan. Bahkan pada abad ke tujuh masehi, Nabi Muhammad SAW mengeluarkan banyak hadits tentang salam, diantaranya adalah Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencinta. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencinta? Sebarkan salam diantara kalian (HR. Muslim). “Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Yang berkendaraan lebih dahulu mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki; yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk, dan rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang banyak.” (HR. Muslim). Bahkan salam adalah perkataan yang paling banyak didengar di surga nanti, seperti firman Alloh dalam Al Quran “Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang.” (QS. Maryam: 62). Begitulah salam, sehingga wajar jika Iwan Fals pun begitu menganjurkan untuk menyebarkan salam, karena menyebarkan salam berarti juga menyebarkan cinta. “Sebarkan salam, sebarkan cinta” begitu slogan yang tertulis di situs Iwan Fals. Sebuah sapaan dengan mengucapkan salam yang kemudian diiringi senyuman. Sungguh luar biasa. Nilai sebuah senyuman pun sangat besar. Nilai senyuman sama dengan sedekah, seperti sabda Nabi Muhammad SAW “Senyum adalah shadaqoh

Senyum, sapa, salam bagi murid

What the teacher is, is more important than what he teaches (Karl Menninger). Ternyata apa yang guru lakukan lebih penting dari apa yang diajarkannya. Tingkah laku seorang guru yang menyambut anak-anaknya dengan senyuman, kemudian mengucapkan salam kepada muridnya dengan lembut, “assalamualaikum!”, dan menyapanya, “Apa kabar ananda hari ini?” tentu akan sangat mengesankan bagi muridnya. Senyum, sapa, dan salam guru di pagi hari memberikan sejuta kebahagiaan dan kesan yang tidak terlupakan bagi muridnya. Semua murid akan senang dengan senyuman seorang guru, seperti yang diungkapkan Nur Muhammad Karim, siswa SMAN 3 Bandung., „Belia senang kan kalo liat gurunya senyum?”. Sebuah senyuman dan keramahan, seorang guru bisa membangkitkan semangat murid untuk belajar, karena dalam suasana hati yang senang biasanya otak seseorang bisa bekerja sehingga murid bisa belajar dengan relax tanpa adanya tekanan. Senyuman seorang guru, membuat siswa tergugah dan terbangkitkan semangat belajarnya. Guru yang murah senyum, tentu akan terbuka untuk kerja sama dengan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Senyum membuat tipisnya tabir hubungan antara guru dengan siswa. Pada gilirannya belajar di kelas menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.

Sedekah yang paling ringan adalah menebarkan senyuman, memberi kebahagian dengan salam dan sapa terhadap sesama, juga pada anak-anak kecil yang itu adalah murid kita sendiri. Niscaya amalan yang dianggap sepele dan kecil ini, jika dilakukan dengan ikhlas dan tulus akan jadi catatan kebaikan yang sangat besar. Seperti hadits Nabi “Jangan meremehkan perbuatan kebaikan sesuatupun, walau sekadar menyambut kawan dengan muka yang manis”. Jadi ayo guru Indonesia, kita budayakan senyum, salam, dan sapa!


Blog EntryPerjalanan ke CirebonMar 19, '08 7:17 AM
for everyone
Cirebon adalah kota selanjutnya yang aku singgahi untuk pelatihan guru, kami menyebutnya level 1, pada level ini sistemnya memperkenalkan PAKEM, KTSP, dan PBK.  Seharusnya bukan aku dan bu evi yang pergi, tetapi Pak Fikri dan Pak Asep, tetapi Pak Fikri pada waktu itu ga bisa pergi, jadi pelatihan 4 hari ini dibagi dua, 2 hari saya dan bu evi dan 2 hari berikutnya pak Asep.  Sudah saya bayangkan cirebon yang panas...dan umumnya wilayah panas pasti kusam dan gersang...tetapi memasuki Kota Cirebon, kesan itu berubah 180 derajat.  Cirebon ternyata kota yang indah dan bersih, bahkan keberersihannya telah menuai prestasi adipura.  Wah,,, cirebon betul-betul siap menjadi kota pariwisata.  Hotel yang kami tumpangi pun harganya cukup murah 180 rb per kamar (setelah dapat potongan cooperate REPUBLIKA).  Seperti biasa, pelatihan berjalan...kadangkala rasa jenuh pelatihan mendera...rasanya bosan melatih ini ini terus, walaupun peserta berbeda-beda.  ritmenya setiap bulan melatihkan hal yang sama paling tidak dua kali...saya kadang bertanya, "apakah pelatihan  ini cukup aplikatif bagi guru?apakah pelatihan memberi manfaat yang cukup besar bagi pembendaharaan metode mengajar guru? apakah betul pelatihan ini mengubah paradigma guru? apakah..." semua pertanyaan itu berputar-putar di kepalaku.  Aku kadang merasa bahwa pelatihan ini hanya menghabiskan uang umat saja...mengapa? karena 20 tahun sudah active learning di perkenalkan, disosialisasikan, dan dilatihkan, di proyekkan lagi, tetapi hasilnya???? semua tanda tanya.  Apa yang menyebabkan ini semua? kultur?malas? atau apa???? tapi semua ini menjadi bahan refleksi bagi saya untuk memformulasi, cara efektif melakukan reformasi pengajaran guru...Harapan besar saya ada di LPTK, karena LPTK adalah pencetak para guru....obsesi saya adalah WORKSHOP......DOSEN LPTK TERUTAMA PGSD....! MUDAH-MUDAHAN ADA JALAN DARI ALLOH.


Blog EntryPerjalanan ke KupangMar 18, '08 6:59 AM
for everyone
Kupang, NTT adalah kota ke tiga yang aku kunjungi untuk pelatihan.  Kali ini temanya tentang mitigasi bencana.  Agak mendadak mendapatkan tugas ini, karena seharusnya yang pergi adalah Pak Fikri,  tapi akhirnya aku terima juga.Kusampaikan keinginanku untuk menelusuri kota ini, pada Bu Evi.  Bu Evi membicarakan tentang Mas V, Teh Y, Bu L, Pak F, dan B N yang merupakan petinggi di DD Republika, yang jika ada tugas ke luar kota, mereka datang, kerja, dan segera pulang lagi, tak sempat menikmati apa pun di kota yang dikunjungi.  Ehhhmmm, pikirku.  Lalu aku tanya balik ke bu Evi, "Enak tidak bekerja dengan ritme seperti itu?"  Saya salut pada orang-orang yang bekerja dengan dedikasi seperti itu, tetapi saya bukan tipe orang seperti itu"  Jika berkunjung ke suatu daerah yang paling saya sukai adalah merasakan masakan daerah tersebut, mengenal budaya daerah tersebut, dan hunting oleh-oleh, karena walau bagaimana pun oleh-oleh adalah cermin dari masyarakat tersebut (oleh-oleh 5.000 an biasanya yang saya cari).  Rasanya rugi sekali, sudah jauh-jauh ke suatu tempat, dibayar pun sangat minim (padahal 2 jam sekaliber saya, ngisi seminar di UIN bisa dapat 1,3 jt) ehhh cuma berkutat dari bandara-hotel-tempat pelatihan-hotel-bandara...wah sayang sekali tak dapat apa-apa.  Alhamdulillah bu Evi satu pemikiran dengan saya.  Dengan diantar kakak sepupunya, kami menelusuri kota kupang yang ternyata pulau ini sangat indah, laut membentang di samping kiri jalan.... Kami menemukan tulisan yang lucu.....ketika sampai di sebuah goa.  Namanya goa itu silahkan anda baca yang keras pada saat ini, boleh sambil berteriak '"G   U   A      M O N Y E Tya begitulah orang Kupang menulis goa monyet, yang memang disana banyak monyet.  Kami bisa menikmati jalanan bebas hambatan di Kupang...karena hanya mobil kami saja yang ada di jalan tersebut.  Pagi sebelum pulang, kami sempat berfoto di bawah tugu sasando.  Sasando adalah alat musik asli kupang.  Yang menarik dari sasando adalah memainkannya dengan cara di "sintreuk", saya terkejut ketika tahu cara memainkan alat musik ini.  Gitar, kecapi, dan harpa diperlakukan sangat lembut sehingga menghasilkan nada-nada indah.  Sasando di "sintreuk" bunyi yang dihasilkan indah memang, tetapi. "...sebelumnya guru-guru pada saat pelatihan mengatakan bahwa anak-anak disini keras-keras, kalau kitanya lembut akan dilecehkan, jadi kitanya harus ikut keras juga...bahkan main pukul..."  saya mencoba menghubungkan cara memainkan sasando dan watak orang-orang kupang....mungkin ini ada hubungannya.  Kekerasan mereka terlihat dari cara mereka memainkan alat musik khas mereka.  Saya pun sempat mengunjungi pantai Lusiana, pantai yang indah, tampak pula di pantai itu anak-anak sedang bermain....sayangnya saya gak sempat makan jagung bose...karena ke halalannya diragukan.  Good Bye Kupang, Mudah-mudahan segala hal yang telah kami berikan di pelatihan, tidak akan di praktekan, karena kalau sampai dipraktekan berarti wilayah tersebut kena bencana"


Blog EntryPerjalanan Jogja IIMar 17, '08 8:37 PM
for everyone
Jogja II: Pada perjalanan kali ini ak pergi bersama bu Evi, pergi bersama akhwat bagiku lebih nyaman.  Tujuannya adalah memberikan pelatihan tentang evaluasi pembelajaran....Oh ya di Jogja ini ada 3 sekolah Dampingan kami yang dibangun pasca gempa dengan dana dari EXXON MOBIL OIL.  setelah beres pembangunan gedung, dilakukan pula pendampingan yang tujuannya adalah membudayakan sekolah dengan PEMBELAJARAN AKTIF.  Secara pribadi aku berpendapat programnya simple, yaitu membuat sekolah mampu mengajar dengan basis student center, tapi secara pribadi aku pesimis dalam dua tahun bisa meraih itu semua, karena pemerintah saja dengan proyek2nya sejak 1980-an sudah melakukan CBSA dan kini PAKEM, tetapi sekolah-sekolah kesulitan mengadopsi CBSA & PAKEM ini.... Dua dekade sudah pembelajaran  berbasis student ini disosialisasikan dan ditrainingkan pada guru-guru bahkan ada sekolah-sekolah pilot project segala, tetapi hasil survei MBE proses pembelajaran di Indonesia kebanyakan masih teacher center dan tetap konvensional. Mengapa ini terjadi? menurut saya ada beberapa alasan kegagalannya:
1.  Guru sudah terlanjur enak dengan sistem pengajaran yang selama ini turun temurun diwariskan, dan mereka mempunyai bukti empiris banyak siswa mereka yang akhirnya berhasil menjadi orang, hata dengan pembelajaran konvensional tersebut.
2.  CBSA dan PAKEM adalah adopsi dari barat,  dan ada langkah panjang yang harus dilakukan oleh Indonesia ketika akan mengadopsi ini, karena kultur timur dalam pengajaran terlanjur mendarah daging, ingat dipesantren-pesantren yang merupakan cikal bakal pendidikan formal di Indonesia, kita mengenal metode sorogan dalam pembelajaran, yang mana peran utadz sangat sentral.  Guru sebagai orang yang serba tahu, tiba-tiba harus diubah menjadi guru dan murid sama-sama ingin tahu.  Proses ini tentu butuh waktu panjang.
3.  Pembelajaran CBSA dan PAKEM menuntut guru kreatif dan siswa aktif.  Siswa aktif ditandai dengan tingginya rasa curiosity, akses terhadap informasi, keberanian mencoba dan tidak takut salah/gagal, berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan kemampuan menulis, serta menganalisis menggunakan logikanya.   semua tanda siswa aktif tersebut tidak muncul pada kebanyakan anak Indonesia, karena lingkungan pendidikan secara holistik (keluarga, rumah, sekolah, dan sistem)  terlanjur memplotkan mereka menjadi massa mengambang.  Guru kreatif...juga tidak muncul...mengapa? salah satu faktor adalah MUDAHNYA MENJADI GURU DAN PERCETAKAN GURU BESAR-BESARAN DI ERA LAMPAU menjadikan guru kurang terseleksi dengan baik, yang penting GURU TERSEDIA. akhirnya sosok guru seperti KI Hajar Dewantoro dan KH Ahmad Dahlan, R.A Kartini dan R. Dewi Sartika sulit ditemukan kembali, yang banyak adalah menjadi guru adalah PEKERJAAN.  Profesi guru pun tidak lagi datang dari hati, tetapi dari money (bahaya ini juga akan terjadi dengan tunjangan bagi guru tersertifikasi)
4.  Bangsa ini tidak jelas mau mengarah kemana? secara kebijakan kita lebih suka jadi bangsa buruh dan tetap terjajah, sehingga kebijakan untuk pembelajaran aktif pun setengah hati...karena pembelajaran seperti ini punya potensi membahayakan negara yang lebih suka dengan status quo sebagai negeri buruh dan terjajah.  Pembelajaran aktif berpotensi melahirkan anak-anak yang kritis, kreatif, dan inovatif....jadi pengelontoran dana pun bersipat pilih-pilih...

Jadi tujuan yang simple dari target untuk SD Pacar, MI Giriloyo 1 & 2 di Jogja tersebut, bagi saya berat sebetulnya, dan kurang menjual bagi sekolah yang didampingi, karena suatu sekolah jika ingin terkenal harus punya keunikan, proses belajar mengajar berbasis active learning, kurang menjual, selain untuk mencapainya dalam waktu dua tahun bukan hal yang mudah.  Oleh karena itu saya berpikir keras, bagaimana memperkenalkan sekolah dampingan DD ini agar dilirik oleh masyarakat Jogja kalau bisa dunia!!!! Maka hasil putaran otak dan ngobrol dengan kepala sekolah, para komite sekolah, guru-guru IT, keluarlah sebuah jargon, untuk menjadikan SDN Pacar Berbasis Linux, dan MI Giriloyo Berbasis Batik.  Lalu ditawarkan jargon ini pada kepala sekolah... 
Diperjalananku yang ke dua ini, aku dapat bernapas lega, karena bisa jalan-jalan malam di seputar malioboro, sekalian beli buah tangan....


Blog EntryPerjalananan ku ke Jogjakarta IMar 15, '08 11:39 AM
for everyone



Jogja (begitulah orang sana menyebutnya dan tidak rela kalau disebut yogya...Toserba kali??) adalah kota kedua yang aku kunjungi setelah Aceh:
Jogja I :  Tujuan ku adalah menemani Pak Asep untuk bersama-sama memberikan pelatihan mengenai budaya sekolah.  Maklum aku belum tahu situasi kondisi, dan bagi Pak Asep ini perjalanan ke Jogja yang kedua kalinya.  Perjalanan kali ini cukup berliku, karena kami dibekali uang yang pas-pasan....akhirnya kami harus betul-betul mengirit, bahkan ketika akan pulang kembali, dari bandara kami bertanya-tanya apakah uangnya masih cukup untuk naik taxi???tapi alhamdulillah kami tak harus mengamen......karena kami memilih melewati jalan belakang bandara yaitu lewat tangerang (dengan membayar pajak pada petugas pintu bandara 3.000 mobil pun dizinkan lewat belakang), lebih irit karena tidak perlu melewati jalan tol Jakarta-Bogor yang bisa menghabiskan 20.000, selain juga lebih cepat tidak perlu berputar-putar karena kantor kami di Parung.   Walhasil kami membayar taxi 180 rb-an, waduh pas banget, uang yang tersisa ditangan kami memang segitu....  Ini kunjungan pertamaku ke Jogja, tapi aku tidak bisa jalan-jalan kecuali ke alun-alun yang ada kandang gajah itu....selain risi pergi dengan ikhwan kalau harus jalan-jalan segala, juga memang kami tak dibekali uang cukup....tapi aku tak sedih karena ini bukan perjalanan terakhir ke Jogja.



Blog EntryPELATIHAN YANG PALING BERKESAN BAGIKUMar 15, '08 4:31 AM
for everyone

     25  – 28 Desember 2007, saya memberikan pelatihan (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) bagi guru yang belum berkesempatan lulus portofolio sertifikasi guru 2007.  Pelatihan terhadap guru-guru RA di Propinsi Banten yang bertempat di MAN Model Serang memberikan kesan yang luar biasa bagi saya.  Pelatihan ini adalah pelatihan yang terindah dari semua pelatihan yang saya pernah berikan di berbagai kota mulai dari Aceh, Tangerang, Bekasi, Kerawang,  Bogor,  Jogjakarta, Jakarta, dan Kupang.  Mengapa pelatihan ini paling berkesan:

Pertama: di pelatihan ini kami menciptakan sebuah lagu

Kenal dengan irama lagu “becak” yang syairnya saya mau tamasya berkeliling-keliling kota…., nah saya gunakan lagu tersebut untuk permainan ice breaking “go around the world” saya Tanya kepada para peserta, “Ada kota yang ingin dikunjungi?” serentak menjawab, “Mekah!” Lalu permainan dimulai, dan akhir permainan ini adalah pergi ke kota…memutar irama becak!Saya minta para guru bernyanyi….Luar biasa kreatifnya guru-guru RA Banten, diinspiratori dan motori oleh Hj. Murjinah yang berasal dari Parangtritis Bantul, Ngojokja, mengalirlah syair lagu ”PERGI KE MEKAH” dengan irama becak.  Syairnya adalah sebagai berikut:

Pergi ke Mekah

 

Saya pergi ke Mekah

Berkeliling keliling ka’bah

Sambil baca Talbiah

Dan wukuf di Arafah

 

Lalu melempar jumroh

Ulawustho aqobah

Lari...lari...

Dari Sofa ke Marwah

Kedua, Saya ya juga mendapatkan puisi dan 1 keping  VCD tentang haji. 

VCD tentang Haji Nan Syarat Makna oleh  Nong Ella (salah seorang guru RA Banten yang menjadi peserta) seperti doa bagi saya yang berharap untuk bisa pergi ke Baitullah.  Bu Ella pun membuatkan puisi bagi saya, yang menggambarkan saya dengan kesederhanannya.

Aku terkejut….

Ketika di rumah ketua MPR itu ….

(komentar RED: kayaknya bu Ella pernah ke rumah Pak Hidayat Nurwahid)

Muncul sang nyonya si empunya rumah…

Nyariis tak bermake up…

Baju yang melilit ditubuhnya pun tak bermerek

Namun, wibawa yang dia usung lewat sikapnya

Menunjukkan, bahwa wanita itu penuh charisma….

 

Kini aku….. kembali terkejut…

Wanita lain berdiri dihadapanku

(komentar  RED: ini ditunjukkan pada saya yang sedang geer)

Pun tak bermake up….

Pakainya pun tak bermerk…

Tapi…senyum yang selalui dia tebarkan….

Menujukkan bahwa dia memiliki berjuta pesona….

 

Dan…

Dua wanita itu…

Adalah wanita yang paling tawadhu

Yang pernah ku temui di jagad ini….

 

Serang, 13 September 2007

To Bu Yanti dari Ella



Terakhir mudah-mudahan kesan dari Nur Azizah pada saya menjadi perangkum kesan dari semua peserta yang saya latih, “Selama berlangsung kegiatan belajar mengajar di RA yang walaupun Cuma hanya 2 hari, tapi banyak kesan-kesan yang mendalam yang tidak mungkin dilupakan: kesederhanaan, tutur kata yang menyejukkan, dan dapat mengihupkan suasana”.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help