CATATAN HARIAN DAN BUAH PIKIRANKU

Blog EntryAYAT-AYAT CINTA FILM ISLAMI ATAU CINTA?Mar 15, '08 12:28 AM
for everyone

Terus terang saya sendiri belum pernah menonton film ini (KARENA MENONTON DI BIOSKOP DIHARAMKAN SYARA, BUKAN KARENA FILMNYA YANG HARAM, TETAPI KONDISI IKHTILATNYA), tetapi saya sudah baca novelnya.  Novelnya bercerita seorang FAHRI yang sangat menjaga hukum syara terutama dalam ikhtilat dan khalwat, oleh penulisnya Fahri yang mahasiswa Indonesia sedang melanjutkan S2 di Mesir ini dibentuk sebagai karakter yang cerdas dan lembut, tahfiz qur’an, pandai berdebat, punya wawasan islam yang sangat mumpuni, dan santun.  Sifat inilah yang kemudian membuatnya disayangi banyak orang dan di”gila-gila”in para akhwat.  Sebut saja Nurul mahasiswa asal Indonesia anak kyai besar di Jawa, Maria seorang kristen koptik yang hapal surat al maidah dan maryam, Aisha gadis bercadar yang bertemu di metro seorang keturunan Turki-Jerman-Palestina (yang ternyata adik dari temannya, keturunan buisnismaan Turki dan menjadi istrinya yang pertama, juga isteri yang sholehah), yang terakhir adalah Noura gadis tetangga yang sering disiksa dan Fakhri tampil sebagai peyelemat dari siksaan dan pelacuran yang dilakukan orang tua (yang kemudian diketahui bukan orang tua aslinya, karena tertukar sejak bayi) .  Cinta buta Noura lah yang kemudian membuat Fakhri menjadi tertuduh sebagai pemerkosa Noura.   Menurut pendapat saya pribadi, novel ini mempunyai misi (maaf jika salah mas Habib!):

1. “ikhwan yang selalu menjaga aturan syara terutama dalam ijtimai, taat beribadah, penghapal al qur’an, dan berwawasan islam, bisa tetap dicintai banyak wanita karena ketsiqohannya”.

2. pengorbanan seorang istri “Aisha”, demi kebebasan suaminya, dia merelakan Fakhri/suaminya, untuk berpoligami” ehhhmmm tampaknya logika para feminis tidak akan masuk pada ranah ini, tapi itulah CINTA, “love is blind but it can see in the dark”. So misi dari novel ini adalah “Poligami is not bad”.  Demi menjaga kesucian laki-laki, Fahri lebih memilih menikahi Maria, danAisha ridho!Booming film ayat-ayat cinta tampaknya bisa menghapus presepsi poligami buruk, yang digambarkan pasca A Gym menikah lagi.

3.  agama selain islam tidak akan diterima disisi Alloh, bagaimana pun baiknya, sopannya, sikap bersahabat dengan islam, bahkan hapal L QURan…digambarkan oleh penulis, bahwa maria tidak dapat masuk surga, hanya karena tidak bersyahadat.

4.  sayangnya di novel ini ada pula SEBUAH misi. Fahri digambarkan sebagaimana cap yang diinginkan barat pada indonesia, yaitu menjadi muslim moderat.  Hal ini tampak jelas ketika Fahri berdebat di metro dengan orang-orang mesir.  Fahri mengatakan bahwa setiap wisatawan kafir yang datang ke sebuah negeri muslim adalah ahlul dzimah, visa pun disamakan dengan jizjah (???).  apakah misi ini memang sengaja ditanam oleh Mas Habib atau karena ilmunya yang belum sampai, kita tidak tahu, sebelum novel-novel berikutnya mas habib realease, sehingga kita bisa mengatakan apakah memang mas Habib punya missi PLURALISME. Seperti yang diungkapkan majalah mujahidin edisi 17 shafar 1429 H. (baca juga sangmalam.wordpress.com)

Bagaimana realisasi novel ini dalam sebuah film yang diprediksi menjadi BOX OFFICE DAN DAPAT mengalahkan AADC? EHmmmm….pasti misinya ga nyampai deh!!! yang nyampai adalah balutan konflik jiwa Fahri dalam memilih 4 CINTA dan kemesraan yang terjadi ketika fahri telah mempersunting Aisha dan Maria!  Ini semua sebetulnya akan jadi PR bagi Hanung untuk belajar Islam kaffah! Sehingga misi religi dari sang pembuat novel akan sampai. Talenta yang luar biasa dari Hanung pun mudah-mudahan dapat dipergunakan untuk membuat film2 lebih bermutu yang tidak merusak moral generasi indonesia dengan cekokan budaya hedonis, permisif, dan transgresif. Hanung bisa menjadi pelanjut Deddy Mizwar dalam membesut film bermutu.

MENURUT SAYA JUGA, NOVEL INI BIASA SAJA, jalan ceritanya biasa saja, juteru yang bagus dari novel ini adalah deskripsi kairo.  Balutan konflik dalam novel malah dibuat datar dan mudah ditebak. BISA SUKSES KENAPA?KARENA JUDULNYA EYES CACHING BENAR! “AYAT-AYAT CINTA”, judul yang eyes caching ini membuat orang penasaran….tapi ceritanya sama dengan cerpen-cerpen yang suka dimuat di UMMI…

Oh ya, saya ada edisi on line novel ini, tetapi jika ingin baca lebih lanjut diajurkan beli novelnya (mudah-mudahan royalty nya banyak dishaqaqohkan)  ebook ayat-ayat cinta


yherlanti1971 wrote on Mar 15
Bagaimana menurut anda tentang film ini atau novel ini?
atiek0725 wrote on Jun 11
Apa kabar bu Yanti.. ngintip sebentar boleh ya.
Saya udah baca novelnya (pinjem bu, nggak beli.. hehe). Filmnya pengen nonton karena heboh banget, ortu AP banyak yang udah pada nonton, tapi nggak kesampaian juga. Habis nggak ada temen sih, suami diajak nggak mau.
Udah lama banget saya nggak baca novel, terakhir waktu kuliah. Novel favorit saya waktu itu cerita2 misterinya Agatha Christie.
Baca novel AAC, saya bisa merasakan keindahan Cairo. Ceritanya menarik sih, karena ada nafas islami, tapi seperti ibu bilang, alur ceritanya mudah ditebak. Film AAC bisa sukses menurut saya karena ceritanya yang islami itu. Terbukti yang nonton mayoritas ibu2 berjilbab yang sebelumnya mungkin nggak mau menginjakkan kaki ke bioskop.
Maaf ya bu, kalo pendapat saya kurang berbobot..
yherlanti1971 wrote on Jun 13
Apa kabar bu Yanti.. ngintip sebentar boleh ya.
Saya udah baca novelnya (pinjem bu, nggak beli.. hehe). Filmnya pengen nonton karena heboh banget, ortu AP banyak yang udah pada nonton, tapi nggak kesampaian juga. Habis nggak ada temen sih, suami diajak nggak mau.
Udah lama banget saya nggak baca novel, terakhir waktu kuliah. Novel favorit saya waktu itu cerita2 misterinya Agatha Christie.
Baca novel AAC, saya bisa merasakan keindahan Cairo. Ceritanya menarik sih, karena ada nafas islami, tapi seperti ibu bilang, alur ceritanya mudah ditebak. Film AAC bisa sukses menurut saya karena ceritanya yang islami itu. Terbukti yang nonton mayoritas ibu2 berjilbab yang sebelumnya mungkin nggak mau menginjakkan kaki ke bioskop.
Maaf ya bu, kalo pendapat saya kurang berbobot..
"baik bu, silahkan dengan senang hati. Wah heboh juga ya? Ternyata kita memang rindu film islami yang tidak menggurui..tetapi membiarkan pemirsa mengambil ibroh sesuai versinya masing-masing....."
Suprisenya iseng-iseng saya wawancara juga ibu-ibu komplek (di rumah saya) yang sudah nonton bareng dari video bajakan lewat LCD dan Laptop....(saya sendiri baru 1/8 nya nonton sudah ga betah...dari sisi akting terlalu kaku ga ngalir..nontonnya jadi bosen...lebih asyik baca novelnya bisa mengkhayal kairo dan kecintaan warga mesir sama Rasulullah....dari sisi membesut para pemain untuk berakting natural, saya lebih suka Kang Dedi Mizwar...di tangan beliau 'mimik wajah pun' bisa menggambarkan marah, sedih, cinta yang berjuta rasanya.... tanpa harus pegang tangan or kontak fisik or teriak2...). Back to komentar ibu2 komplek, mereka bilang..."wah kalau sudah nonton film ini harus sudah siap poligami....!" yang masih remaja memuji "pergaulan islaminya" "ada juga yang kesemsem dengan Ferdi Nuril dan Aisha-nya".dll..wow...ternyata setiap orang punya kesan yang unik... Seperti juga mamah Nadira punya kesan yang unik terhadap Novel ini.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help