CATATAN HARIAN DAN BUAH PIKIRANKU

Catatan Harian dan Buah Pikiranku

Blog EntrySeulas Senyum Guru Sejuta Kebahagiaan MuridJul 8, '08 8:42 AM
for everyone

Pagi itu Pak Narto dimumetkan dengan masalah keluarganya. Isterinya narah-marah, biasa masalah klasik “kekurangan uang belanja”. Anaknya bertengkar memperebutkan pensil. Walaupun pertengkaran kecil, tetapi memusingkan kepalanya. Pak Narto meninggalkan kesemerawutan dikeluarganya, ia menancap gas menuju tempat mengajar. Perjalanan Pak Narto dipenuhi wajah cemberut dan serius. Otaknya pun berputar-putar memikirkan masalah rumah tangganya. Sampai di gerbang sekolah, tampak anak-anak berseragam merah putih berduyun-duyun memasuki gerbang. Pak Narto memperlambat laju sepeda motornya, dan membuka kaca helmnya. Pak Narto! Seru seorang anak. Assalamualaikum! Sambil tersenyum anak-anak menyapa dan menyalami tangan Pak Narto. Pak Narto menjawab salam dan pada akhirnya harus pula tersenyum. Suatu keajaiban terjadi. Kedumelan hati Pak Narto menjadi hilang dan kemumetan rumah pun terlupakan. Dengan muka berseri, kini Pak Narto memasuki ruang guru dan menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada rekan-rekan guru yang terlebih dahulu datang. Ajaibnya, seakan melupakan segala kerumetan di rumah tangganya, Pak Narto pun dengan semangat masuk ke kelas, menyapa, memberi salam, dan tersenyum pada muridnya.

Apa yang dialami Pak Narto mungkin kita alami pula. Sapa, salam, dan senyum adalah perbuatan yang sepele dan sangat kecil. Tetapi perbuatan tersebut mampu menyembuhkan kekesalan, kegundahan, dan bahkan kesedihan. Keajaiban apa yang ada pada sapa, salam, dan senyum?

Otak dan pesan bahagia

Otak manusia mempunyai pengantar pesan sedih (sad messengers) dan pengantar pesan bahagia (happy messengers). Bila dalam keadaan tertekan dan sedih, otak akan menerima pesan sedih. Sebaliknya dalam keadaan senang dan gembira, otak akan menerima pesan bahagia. Pesan bahagia ini ada tiga macam yaitu serotinin, norodrenalin, dan doparmine. Serotinin dalam otak mengatur jam biologis kita agar bekerja sebagaimana mestinya. Serotinilah yang membuat kita tertidur pada jam tidur. Pesan bahagia “serotinin” membuat kita dapat tidur dengan nyenyak. Sebaliknya kondisi tertekan membuat kita tidak dapat tidur, sehingga serotinin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Norodrenalin membuat tubuh merasa segar. Norodrenalin bekerja ketika pikiran kita membayangkan hal-hal yang membahagiakan, sehingga membuat kita bersemangat. Dopamine bekerja untuk membuat kita menikmati hidup dan mengurangi rasa sakit. Dopamine sering disebut sebagai pembunuh alami rasa sakit “natural pain killer”.

Tiga pesan tersebut dapat diaktifkan secara eksternal dan internal. Secara eksternal misalnya dengan minum minuman penyegar seperti teh, coklat, dan kopi. Tetapi efek dari minuman seperti ini hanya sementara saja, setelah selesai minum pikiran sedih, tertekan, dan bahkan stress akan timbul kembali. Cara yang paling ampuh dan bertahan lama adalah secara internal, yaitu dengan senantiasa berpikir positif. Berpikir positif artinya senantiasa menganggap masalah yang ada dan menimpa diri kita adalah bagian dari ujian hidup. Masalah pun merupakan ujian keimanan. Keberhasilan mengatasi ujian hidup, akan mempertebal iman. Sehingga masalah hidup adalah ladang ibadah dan amal shaleh untuk mempertebal iman. Orang yang berpikir positif seperti ini, akan bergembira dengan masalah. Berpikir positif diartikan pula menganggap setiap masalah sebagai sebuah tantangan untuk dipecahkan. Jadi masalah bagi penyuka tantangan ibarat teka teki silang atau menaklukkan ketakutan seperti di “fear factor”. Keberhasilan memecahkan teka teki silang tentu sangat menyenangkan. Jadi datangnya masalah berarti tantangan untuk ditaklukan bukan dihindari. Secara internal dan eksternal terapi senyum, sapa, dan salam pun terbukti mampu mengaktiftan ketiga pesan ini, seperti kasus Pak Narto di atas. Senyum, sapa, dan salam tulus dari muridnya mampu menghilangkan kerumetan rumah tangganya. Ketika senyum, sapa, dan salam ditebarkan kembali pada yang lain, norodrenalin bekerja membangkitkan semangat untuk bekerja dan melupakan kesemerawutan keluarganya tadi pagi.

Senyum, sapa, salam menurut berbagai kalangan

Sudah sejak lama senyum, sapa, dan salam dikumandangkan. Bahkan pada abad ke tujuh masehi, Nabi Muhammad SAW mengeluarkan banyak hadits tentang salam, diantaranya adalah Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencinta. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang apabila kalian lakukan niscaya kalian akan saling mencinta? Sebarkan salam diantara kalian (HR. Muslim). “Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Yang berkendaraan lebih dahulu mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki; yang berjalan kaki mengucapkan salam kepada yang duduk, dan rombongan yang sedikit mengucapkan salam kepada rombongan yang banyak.” (HR. Muslim). Bahkan salam adalah perkataan yang paling banyak didengar di surga nanti, seperti firman Alloh dalam Al Quran “Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang.” (QS. Maryam: 62). Begitulah salam, sehingga wajar jika Iwan Fals pun begitu menganjurkan untuk menyebarkan salam, karena menyebarkan salam berarti juga menyebarkan cinta. “Sebarkan salam, sebarkan cinta” begitu slogan yang tertulis di situs Iwan Fals. Sebuah sapaan dengan mengucapkan salam yang kemudian diiringi senyuman. Sungguh luar biasa. Nilai sebuah senyuman pun sangat besar. Nilai senyuman sama dengan sedekah, seperti sabda Nabi Muhammad SAW “Senyum adalah shadaqoh

Senyum, sapa, salam bagi murid

What the teacher is, is more important than what he teaches (Karl Menninger). Ternyata apa yang guru lakukan lebih penting dari apa yang diajarkannya. Tingkah laku seorang guru yang menyambut anak-anaknya dengan senyuman, kemudian mengucapkan salam kepada muridnya dengan lembut, “assalamualaikum!”, dan menyapanya, “Apa kabar ananda hari ini?” tentu akan sangat mengesankan bagi muridnya. Senyum, sapa, dan salam guru di pagi hari memberikan sejuta kebahagiaan dan kesan yang tidak terlupakan bagi muridnya. Semua murid akan senang dengan senyuman seorang guru, seperti yang diungkapkan Nur Muhammad Karim, siswa SMAN 3 Bandung., „Belia senang kan kalo liat gurunya senyum?”. Sebuah senyuman dan keramahan, seorang guru bisa membangkitkan semangat murid untuk belajar, karena dalam suasana hati yang senang biasanya otak seseorang bisa bekerja sehingga murid bisa belajar dengan relax tanpa adanya tekanan. Senyuman seorang guru, membuat siswa tergugah dan terbangkitkan semangat belajarnya. Guru yang murah senyum, tentu akan terbuka untuk kerja sama dengan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Senyum membuat tipisnya tabir hubungan antara guru dengan siswa. Pada gilirannya belajar di kelas menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.

Sedekah yang paling ringan adalah menebarkan senyuman, memberi kebahagian dengan salam dan sapa terhadap sesama, juga pada anak-anak kecil yang itu adalah murid kita sendiri. Niscaya amalan yang dianggap sepele dan kecil ini, jika dilakukan dengan ikhlas dan tulus akan jadi catatan kebaikan yang sangat besar. Seperti hadits Nabi “Jangan meremehkan perbuatan kebaikan sesuatupun, walau sekadar menyambut kawan dengan muka yang manis”. Jadi ayo guru Indonesia, kita budayakan senyum, salam, dan sapa!


Blog EntryDiskriminasi pendidikan di IndonesiaJul 7, '08 10:27 AM
for everyone
Hahhh napas lega bagi orang tua yang anaknya diterima di sekolah negeri impiannya...betapa tidak dikelas reguler di sekolah yang membuka program kelas Rintisan SBI atau Rintisan Sekolah Kriteria Mandiri hanya menyediakan 2 lokal saja....walhasil SMA paling pojok di kota Bogor pun menerima Nilai UN 32,XX  rata-rata 8.... 
Kasus Bogor.... Bayangkan pada satu sekolah seperti SMPN 1, sMPN 4, SMPN 5, SMAN 1, SMAN 6, SMAN 2, dan SMAN3 yang dibuka tiga jenis kelas yaitu kelas RSBI, RSKM, dan Reguler:
1.  Untuk RSBI pemkot bogor menetapkan biaya bangunan antara 5-6 juta.  Tetapi pada kenyataannya orang tua membayar lebih dari 10 juta, bahkan menurut GOSIP JALANAN salah satu petinggi partai yang terkenal jujur yaitu Bapak Suswono rela merogoh sampai 30 jt untuk masuk RSBI SMAN 1 Bogor.  Kelebihannnya anak-anak dikelas RSBI ini diberi fasilitas ruang berAC (walaupun guru-guru yang mengajarnya itu-itu juga dengan bahasa inggeris pas-pasan).
2.  Untuk kelas reguler pemkot bogor mematok biaya bangunan 2-3 juta.  Kelas reguler pun di buru oleh anggota dprd, Anggota DPRD Bogor  menekan Dinas Pendidikan Kota dengan memberikan katabelece nama anak-anak yang ingin masuk sekolah negeri....ehmmm sekali lagi partai yang punya slogan jujur pun ikut-ikutan membuat katabelece melalui mekanisme jalan belakang bahkan memaksakan anaknya masuk ke sman 6 bogor.  Para guru pun gerah....bingung...akhirnya dimasukkan pada kelas RSKM karena NUN tidak mungkin masuk di Reguler, padahal saringan masuk lewat RSKM sudah dilakukan sejak pertengahan juni lalu, apa boleh buat kepsek dan guru tak berdaya menghadapi tekanan partai.  Parahnya, anggota dewan dari fraksi jujur ini ada di komisi pendidikan dan si akhawat ini dahulu disegani oleh para  kepsek....peristiwa memasukkan anaknya lewat jalan belakang pada akhirnya menjadi dagelan kepsek dan guru sebogor raya....sayang...kejujuran pada partai jujur sudah mati, hati masyarakat pun sudah terlanjur terluka menyaksikan hal ini.  Betul, perkataan Anis Malta beberapa waktu lalu di MetroTV yang mengatakan....Kita tidak menganggap diri sebagai partai jujur dan bersih, tetapi pada faktanya kader kita di DPR dan DPRD belum ada tersangkut kasus (waktu perkataan itu dilontarkan Anis Malta, saya menangkap kata "belum ada yang tersangkut kasus" artinya betapa pandainya menutupi kebohongan sehingga polisi, jaksa, KPK tidak melihat celah untuk mendelik partai ini...HEBAT! Berarti selama ini juga melakukan XXX tetapi tidak bisa terjerat? Itu yang saya tangkap...sampai2 saya harus beristighfar ribuan kali).

Kembali lagi pada sekolah dengan 3 jenis kelas yaitu:
1. RSBI
2. RSKM
3. Reguler

Dalam satu sekolah yang menerapkan 3 kelas tersebut "sistem sekolah" telah menerapkan diskriminasi, berdasarkan kekayaannya, dan jabatan orang tuanya.

RSBI bagi anak-anak yang kaya yang bisa bayar sampai puluhan juta
RSKM bagi anak pejabat atau kelompok menengah yang sanggup bayar lebih dari 4 jt
Reguler bagi anak menengah yang sanggup bayar uang bangunan 2-3 juta dan SPP perbulan 100-150rb, pintar, dan bukan anak pejabat....

Bagimana dengan UUD 1945??? yang jelas-jelas mengatakan pendidikan adalah hak warga negara...???? Sungguh ini adalah kezaliman.....yang terjadi di era Indonesia merdeka...kondisi ini pesis seperti zaman Belanda:

Ada sekolah khusus orang belanda dan eropa
Ada sekolah khusus orang cina, timteng, dan para priyayi/pejabat
Ada sekolah khusus orang pribumi yang dibatasi sampai kelas 3 SR dan 5SR kalau mau jadi pesuruh belanda.....

TERNYATA NEGERI INI...PADA SAAT INI...TELAH KEMBALI TERAMPAS KEMERDEKAANNYA!!! 17-8 HANYA MIMPI....

Para guru pun menangis di atas pusaran "matinya pendidikan merdeka"

Saya tergelitik melihat sinetron Munajah Cinta (MC) setelah Bu Munifah (dosen politik S2 UI, dan juga pengurus PBB Nasional) dalam acara forum majelis ta'lim mengemukakan sindiran pada ibu-ibu yang biasanya anti poligami sangat membekas apa yang dikatakan beliau dengan logat betawinya..."No...ibu-ibu kalau nonton sinetron paling demen!" yang disambut riuh oleh ibu-ibu.  "Tapi kalau nonton sinetron Munajah Cinta...film apa tuh..kecil-kecil belagu amat...poligami segala.  Matiinn!" begitu seloroh beliau yang diiringi dengan penjelasan berbagai dalil yang intinya tidak boleh menolak syariah atau ayat qur'an...wah penasaran juga...akhirnya sempet juga nonton tuh sinetron....yang novelnya masih dikarang mas Habib...

Ehmmm pas nonton denger sountrack..ini suara Rossa...lihat pemainnya dua pemain akhwat yang inti yaitu Rianti Cartwright dan Zaskia Adya Mecca yang main di AAC dengan karater yang sama.  Sazkia mencintai tetapi cintanya ditolak si Ikhwan=Baim Wong, dan ada sedikit sikap jahatnya mengundang preman2 (mirip dengan peran Noura di AAC kan?) dan Cathy yang sangat mencintai dan dicintai dengan jiwa besarnya (mirip Aisha di AAC).   Bahkan poster sinetron MC mirip dengan AC dengan latar belakang dua wanita judul warna merah dan baground biru....Ah... benar-benar sebuah duplikasi....apa pun itu ada hal yang menarik dari sinetron MC dan film AAC, yaitu:
  • Ayat-ayat cinta adalah novel dan film yang fenomental.   Betapa tidak? Untuk bukunya, sejak pertama kali terbit sampai kini sudah cetakan ke 30, dan lebih dari 350.000 sudah laku terjual.  Sedangkan untuk filmnya bisa mencapai empat sampai lima kali lipat penjualan novelnya, menurut jaringan bioskop21 Tanah Air sampai 28 Febuari 2007, sudah 1,5 juta tiket ludes terjual.  Bahkan film ini adalah film pertama yang berhasil menelan korban,  3 remaja usia 13 tahun di Palembang menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit ketika mengantri di tengah jubelan penonton.  Seorang kakek berusia 63 tahun pun tercabut nyawanya,  ketika menonton film ini bersama isterinya di sebuah bioskop di Pontianak.
  • Munajah cinta punya nasib yang sama, pada saat ini menurut pintunet.com merupakan tontonan terbaik dengan ranking ke 2 mengalahkan sinetron cahaya (peringkat 5) yang lebih dulu tayang. Sinetron yang baru tayang tanggal 4 Mei 2008 di RCTI itu pun sudah masuk dalam jajaran 10 besar rating AGB Nielsen.

Dua poin tersebut membuktikan bahwa MC dan AAC memang diminati oleh penonton Indonesia.  Dan ini semacam paradoks sosial bagi bangsa kita mengapa? Karena....

Pertama: film dan sinetron yang "penuh dengan kalimat thayibah, wanita berkerudung, dan menjaga pergaulan"  sangat diminati masyarakat ditengah tuntuan insan perfilman yang tergabung dalam MFI (Masyarakat Film Indonesia), yang terdiri dari para artis film, sutradara, produser, dan budayawan seperti Dian Sastro, Anissa Nurul Shanty, Nia Dinata, Riri Reza, Mira Lesmana, dan Goenawan Muhammad menutut pembubaran Lembaga Sensor Film (LSF), yang dianggap mengekang kebebasan berekspresi.  Harapan mereka tentu saja adegan-adegan vulgar dan porno tidak ingin disensor, karena mengurangi makna film yang mereka buat.  MFI memang paling vokal menentang RUU Anti pornografi dan pornoaksi.  Langkah mereka untuk urusan ini tidak main-main, mereka menggugat UU No 8 Tentang Perfilman (UU Perfilman) melalui Mahkamah Konstitusi.  Mereka menganggap tindakan penyensoran oleh LSF melanggar pasal 28C ayat (1) UUD 1945.  Mulai November 2007, Desember 2007, dan puncaknya Januari 2008, MFI terus melakukan langkah-langkah strategis melalui jalur MK.  Mereka berargumen, LSF tidak diperlukan keberadaannya, karena melanggar hak asasi. MFI menawarkan solusinya, yaitu lembaga kualifikasi film seperti di Amerika Serikat.  Dimana di negeri Paman Syam ini film bisa dibuat sebebas-bebasnya, yang membatasi hanya klasifikasi umur penonton.  Pengelola bioskoplah yang harus memastikan bahwa umur penonton telah memenuhi pra syarat untuk nonton film yang diputar.  Solusi yang janggal, jika diterapkan di Indonesia, negeri nomor satu dalam hal korupsi, maka yang akan terjadi anak-anak berseragam putih merah, dengan menyogok petugas bioskop, bisa saja mennonton film XXX untuk 21 tahun ke atas.  Dan apa jadinya negeri ini nanti? Padahal dengan 1001 aturan ketimuran, pada saat ini negeri ini dikenal dengan surga pornografi.

Apa maksud dari MFI? Jika landasannya adalah keuntungan, maka film AAC menjadi bukti nyata, bahwa film dengan balutan religi mampu menyedot massa yang jumlahnya luar biasa fantastis, jika dikemas dengan elegan.  Hal yang sama sebetulnya terjadi pada sinetron Kiamat Sudah Dekat dan Para Pencari Tuhan, besutan Deddy Mizwar.    Jadi tak lain dan tak bukan, landasan tuntutan MFI bukan sekedar uang, tetapi idealisme untuk mengusung dan menggerakkan penerapan neoliberalisme di Indonesia.  Menurut Budayawan Taufik Ismail gerakkan ini mempunyai ciri permisif (serba boleh), adiktif (kecanduan), brutalistik (kekerasan), transgesif (melanggar aturan), henodistik (foya-foya), dan materialistik (orientasi uang).  Idealisme mengusung neoliberalisme tampak jelas terlihat dari misi Nia Dinata ketika membesut film Arisan, misi terselebungnya adalah memaklumi kehidupan gay atau homoseksual.  Padahal gaya hidup kaum Nabi Luth yang kemudian diazab Alloh, ini tidak sesuai dengan kaidah ketimuran yang memegang teguh Islam.  Jadilah upaya MFI dan animo masyarakat terhadap film Ayat-ayat Cinta  laksana sebuah paradoks.

Kedua: meledaknya film Ayat-Ayat Cinta dan diminatinya sinetron Munajah Cinta  hadir ditengah-tengah tolakan terhadap poligami.  Pasca Aa Gym berpoligami, isu poligami ini pun marak, bahkan Presiden SBY berniat membuat UU yang meniadakan poligami.  Tuntutan dari para kaum feminis pun gencar dilakukan, agar pemerintah membuat peraturan yang diterapkan pada seluruh masyarakat, tidak hanya sebagian saja seperti  PP 10 bagi para pegawai negeri.  Ayat-ayat cinta hadir dengan 4 wanita yang mencintai Fahri (tokoh sentral dalam cerita ini), dan akhirnya Fahri menikahi 2 dari 4 wanita itu.  Bahkan lebih heboh lagi sinetron Munajah Cinta menghadirkan seorang suami yang memperisteri 3 wanita sekaligus.  Jika melihat komentar para penonton film AAC, rasanya tak ada keberatan dengan poligami yang dilakukan Fahri. Berikut ini petikan para penonton film:in my personal opinion, film ini jd angin segar di perfilm-an Indonesia, walaupun bergenre religi, tp A2C jauh dr kesan membosankan, monoton dan dogmatis”, (Jingga dalam harry.sufehmi.com). Bahkan pintunet.com memberi skor 4.2 untuk sinetron MC.

Ketiga: Flm AAC dan sinetron MC hadir ditengah masyarakat Indonesia sudah terkontaminasi dengan budaya permisif dan hedonistik.  Hasil kajian Pusat Penelitian Kependudukan UGM menemukan, 33,5 responden laki-laki di Kota Bali pernah berhubungan seks dan di Yogyakarta kota sebanyak 15,5 persen. Bahkan data dari BKKBN 15 juta remaja Indonesia setiap tahunnya melahirkan anak di luar nikah.  Perbuatan remaja seperti itu tidak lain dan tidak bukan adalah pengarus arus globalisasi yang digencarkan oleh media elektronik, banyak sinetron dan film yang menuntun para remaja ke arah pergaulan bebas.  Pengaruh besar media yang ditonton terhadap prilaku sex bebas remaja diteliti oleh Jane Brown, ilmuwan dari Universitas North Carolina.  Sebanyak 1.017 remaja berusia 12 sampai 14 tahun terlibat dalam penelitian ini, mereka disuguhi 264 tema seks dari film, televisi, pertunjukan, musik, dan majalah selama 2 tahun berturut-turut.  Hasil penelitian tersebut semakin banyak remaja disuguhi dengan eksploitasi seks di media (film, televisi, pertunjukan, musik, dan majalah), maka mereka akan semakin berani mencoba seks di usia muda. Film Ayat-ayat Cinta hadir mengajak penonton untuk menjaga pergaulan (ijtima’i), tokoh Fahri pun digambarkan sebagai orang yang hapal Al Qur’an (Hafidz) dan taat kepada aturan Islam terutama ijtima’i.  Tokoh Attar pada sinetron MC digambar sama dengan Fahri, lebih memilih menikah dengan 3 isteri daripada berzina atau berselingkuh. Sebuah sosok yang jarang ditemukan pada saat kini, remaja Indonesia zaman sekarang lebih banyak berkumpul di sekitar Mall dari pada di sekitar mesjid atau Langgar.  Dan uniknya mereka yang menonton film ini menganggap seharusnya film memang begitu, berikut petikan komentar penonton “ayat-ayat cinta bagus kok,,,ak barusan nonton n cocok banget buat pendalaman agama, ga terlalu mendikte dan ga terlalu bebas,,keren2,” (Eka dalam harry.sufehmi.com).

Keempat: Ledakan film AAC  dan juga diminatinya sinetron MC yang menggambarkan tokoh prianya sebagai orang yang berusaha menjadi faqihfiddin (ahli agama) yang memegang erat syariat Islam,  seiring dengan ledakan keinginan menerapkan syariat Islam di Indonesia.  Beberapa daerah seperti Aceh, Cianjur, Tasikmalaya, Pamekasan, dan daerah-daerah lain sudah mengeluarkan perda-perda syariah. Sulawesi Selatan pun menuntut otonomi khusus untuk menerapkan syariat Islam.  Hasil survei Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syafif Hidayatullah Jakarta, pada tahun 2001 dan 2002 menunjukkan, sebanyak 67% (2002) responden berpendapat bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariat Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. Padahal survei sebelumnya (2001) hanya 57,8% responden yang setuju dengan pendapat demikian. Berarti peningkatannya cukup signifikan, yakni sekitar 10%. Dan bahwa pemerintah harus mewajibkan pelaksanaan syariat Islam pun juga melonjak dari 61,4% (2001) menjadi 71% (2002).

Terlepas dari kekurangan film dan sinteron ini dan juga beberapa bagian di novelnya, paling tidak AAC dan MC laksana oase di tengah padang gersang.  Bagi kubu konservatif yang memegang teguh ajaran islam, penyajian elegan dari ayat-ayat cinta merupakan bukti bahwa kreatifitas dan seni masih bisa tetap indah dalam bingkai keislaman.  Sekaligus juga membuktikan bahwa film yang laku keras bukan hanya film yang mengumbar betis, paha, dan dada, serta aroma cinta picisan.

Para produser film tampaknya harus secerdas MD Entertaiment.  Ketika menawarkan novel ini untuk digarap Hanung, Hanung menanyakan mengapa harus novel ini? Maka MD Entertaiment pada saat itu hanya berpatokan pada bisnis semata, yaitu novel ini best seller dan penduduk indonesia adalah mayoritas muslim, jika 1% saja penduduk yang 214 juta ini nonton film ini, dan harga tiket 10.000 rupiah, maka keuntungan yang didapatkan adalah 21.400.000.000 rupiah. Suatu angka yang luar biasa, apalagi disaat 67% masyarakat muslim memimpikan sistem islam, seharusnya ini jadi peluang bisnis bagi para produser untuk menyajikan film yang lebih islamis, bermoral, tanpa kesan mengurui.  Bagi masyarakat Indonesia yang beranjak cerdas, film ini memuaskan rasa dahaga mereka ditengah-tengah sajian sinetron dan film yang hanya menyajikan hiburan saja, tanpa bisa membuat hidup lebih bermakna.  Jika Ayat-ayat cinta telah berhasil membangun jiwa dengan kebermaknaan alur ceritanya.  Bagaimana dengan sinetrom MC? Kita tunggu saja.

Blog EntryDosen NgeBlog, Why not?Jul 4, '08 8:39 AM
for everyone
Ngeblog=pekerjaan iseng?menghabiskan waktu senggang or kurang kerjaan?
Yang jelas diakui atau tidak, pekerjaan begini dikerjakan ketika kita punya cukup senggang, ketika pekerjaan tidak terlalu padat...ketika punya cukup waktu untuk menumpahkan buah pikiran pada tulisan....apa pun yang telah dihabiskan dengan waktu ngeblognya....akan bermanfaat minimalnya mengasah kemampuan menulis atau menganalisis masalah......sekecil apa pun kontribusi itu...mudah-mudahan keisengan dan keluangan waktu itu akan bermanfaat dan ditarik manfaatnya oleh orang lain. 
Lain perkara kalau dosen dan guru ngeblog...seru banget deh! Guru dan dosen ngeblog memang bukan hal baru...manfaat yang ditarik guru pun banyak, disini kita bisa tukar info tentang pendidikan....lebih banyak manfaat yang bisa ditarik..conothnya di jaringan guru on line...teman-teman sering sharing tentang tulisannya...tulisan-tulisan mereka bermanfaat sekali bagi kita...so dosen/guru ngeblog why not?



Blog EntrySISI KIRI LADANG TAFAKUR DAN MELAMUN...Jun 13, '08 12:04 PM
for everyone
Salabenda-Parung-Sawangan-Ciputat adalah wilayah yang senantiasa terlewati ketika saya pergi bekerja ke UIN Jakarta.  Jam 6 pagi saya start berangkat...saya tak mau berangkat lewat jam 7 pagi, karena lewat jam 7 pagi tidak ada bis mini yang mau mengantar sampai Ciputat, berhubung penumpangnya juga sudah sedikit.  Kemacetan hanya ada di dua titik yaitu pasar parung dan pasar ciputat...sedangkan jalan yang lainnya cukup lenggang...Hampir setiap saat saya melewati jalur ini, tapi saya tidak pernah bosan melihat kiri jalan.  Jika pergi ke arah kampus...maka pikiran saya selalu berhenti dititik-titik tertentu."Parung Hijau" perumahan dengan konsep rumah kebun..tapi saya tak berminat karena perumahan ini terlalu dekat dengan para "ayam yang senantiasa stand by di malam hari" bahkan saya pernah dapat kabar dari teman-teman MM DD Republika yang ngontrak di situ, jika malam para ayam berangsa masuk komplek perumahan...dan konon kabarnya lagi banyak juga makhluk gaib yang berkeliaran.  Weleh..weleh.... selanjutnya pikiranku berpindak ketika mataku menatap Perum Talaga Kahuripan.....kami pernah akan membeli rumah disini, harganya relatif terjangkau, fasilitas lingkungan oke, sekolah dari yang murah sampai yang super mahal pun tersedia, walaupun jarak dari jalan Parung ke dalam sangat jauh, tetapi tetap asyik...sayangnya kami batal membeli rumah di perumahan ini....karena sewaktu malam hari kami melewati wilayah ini "para ayam berkeliaran" konon katanya mereka juga sampai di danau di dalam komplek perum ini, ditambah lagi ada semacam karoke-an atau pub di dalam kompleks...wah anakku tiga laki-laki...ga siap deh...kalau mereka tergoda yang beginian...sampai di sekolah berasrama dwiwarna...pikiranku stagnan hanya satu yang terbersit "rimbun dan adem"...pesantren Darul Muttaqin....disini pun hanya satu yang terbersit "sedang menanta diri menjadi pesantren modern dan ternama"  kemudian tampaklah rumah-rumah bilik dan saung-saung tempat para ayam stand by...sofa-sofa butut terparkir didepan rumah bilik tersebut...kadang-kadang pintu rumah itu terbuka..dari atas bis selalu tampak jelas...pikiranku melayang pada aktifitas kemaksiatan yang terjadi...alasan ekonomi dan susah cari kerja...selalu jadi dalih menghalalkan kemaksiatan itu....FPI dan massa berkali-kali membakar tempat-tempat itu...tapi...tempat itu tetap ada dan dibangun lagi dan lagi....mungkin beginilah negara demokrasi... Pasar Parung yang CROWDED...menunggu para penumpang yang akan melanjutkan ke Ciputat...lepas dari pasar parung kayak lepas dari lubang jarum aja...! saya pun bisa bernapas lega....Bis bejalan....melewati Perum Tamansari...pikiranku pun melayang lagi...wah pasti indah memasuki perum itu...rumah-rumahnya didesain dengan gaya bali...pintu masuk menuju perum itu tampak rindang dan teduh.....Depppp sampai pula di Perum Villa Inti Persada....saya pernah masuk dan cari rumah disini...setiap lewat perum ini saya berdoa.."ya Alloh sempatkan dan mudahkan saya untuk membeli rumah mungil disini, saya akan menghabiskan masa tua bersama suami saya di kompleks ini...ke UIN tak terlalu jauh....saya bayangkan diri saya, jika sudah tua..pasti tak terlalu kuat untuk melaju dari Kayumanis-Ciputat...tapi kalau dari perumahan itu mungkin cuma 30 menit....bis pun berhenti di Ciputat....jalan akan jauh untuk menghindari kemacetan sebari mengaggumi kecepatan project FLYOVER..."wah cepat juga rampungnya begitu setiap kali saya melihat pembangunan jalan ini...dibandingkan dengan Underpass Jalan Baru di Bogor yang lebih dulu proyeknya......FLYOVER CIPUTAT lebih baik dan lebih sungguh-sungguh dikerjakan...siang malam tak ada hentinya.   KHILAFAH CENTER....duh ingin sekali-kali masuk dan beli buku, tapi tak pernah sempat, dan selalu berkilah pulangnya disempatkan...tetapi setiap pulang...yang ingat langsung rumah...jadi gak pernah sempat mampir....Ahirnya sampai juga di UIN....beli koran harga mahasiswa (1.000 perak!) lewati parkiran...naik lift..pijat lt 6...sampai deh di Jurusan....sapa teman-teman lihat jam...ada waktu sedikit...siapkan laptop dan bahan...push standby...so ready to teach...

Pulang dari kampus...kadang mampir di BMI dulu...lalu go..menuju kemacetan Ciputat...jika belum sempat makan siang atau bosan dengan MADANG (makanan padang...yang banyak mengelilingi UIN dan jadi makan afdol tiap kegiatan kampus yang ada acara makannya) mampir di Ramayana ke KFC pesan Rice teriyaki...sesekali belanjar dulu di Ramayana Bazzar...nunggu penumpang bis penuh bisa sampai 1 jam....baru bis berangkat...tak banya lagi melihat sisi kiri jendela...sampai bis tiba di pasar parung.....dari parung mulailah lagi memperhatikan sisi kiri....mataku terhenti di SOU sebuah sekolah alam besutan mas Lendo.... adem dan kreatif...plang nama SOU pun dibentuk dari kaleng-kaleng bekas....LPI DD Republika tempat saya ngantor dulu....Kompleks Ahmadiyah....ehm kalau malam hari para Ayam banyak yang mangkal di sini...dan terakhir Perum Bilabong...saya membayangkan nikmatnya jika punya rumah kebun disitu....cukup jauh dari parung tempat para ayam stand by....dan harus sudah siap-siap turun karena tak lama lagi sampai salabenda...ngetem sebentar...lalu sampai di Plank Selamat Datang di Kota Bogor...berhenti sejenak di SD IT/SMP IT..Ummul Quro untuk menaikan penumpang...sedangkan saya siap-siap berdiri...untuk turun..."  KIRI BANG.....! 

Blog Entry3 buah buku "Most Wanted" pada tahun ini Jun 13, '08 7:09 AM
for everyone
Ada tiga buah buku yang banyak dicari orang di tahun ini.  Ketiga buku itu adalah:
1.  Saatnya Dunia Berubah karya DR. Dr. Siti Fadilah Suparmi, Sp.Jp.K (Menkes RI 2004-2009)
2.  Laskar Pelangi karya Andrea Hirata
3.  Ayat-ayat cinta karya Habiburrahman al shirazy

Buku ke-1, merupakan buku yang menyadarkan banyak pihak untuk bangkit kembali...sebuah buku yang menceritakan perjuangan Bu Siti menghadapi PBB yang ternyata dikangangi USA...buku ini pun menyadarkan kita, betapa negeri ini terjajah dan tergadaikan... sebuah buku yang layak dibaca oleh para tokoh politik dan juga mereka yang mencintai kedaulatan negara...

Buku ke-2, merupakan penebar gelora semangat....anak-anak terpencil yang gigih agar dapat berpendidikan dengan baik.  Gelora semangat yang kemundian menghantarkan Andrea seperti sekarang.... buku ini menawarkan semangat perjuangan ditengah keterbatasan...

Jika kedua buku ini digabungkan maka akan lahir semangat memerdekakan bangsa ini atau mendaulatkan kembali bangsa ini....ditengah segala keterbatasan yang kita punyai sekarang.

Buku ke tiga...inilah buku yang membuat semua orang mau ga mau suka ga suka pada akhirnya menyetujui poligami........ternyata hukum yang ditakuti masyarakat dan dibenci sebagaian besar kaum wanita...pada akhirnya diterima...karena disampaikan...dengan hati (emosi rintih) dan masuk ke hati....untuk bersimpati terhadap rintihan.



Blog EntryPelatihan Bareng MuhamadiyahJun 7, '08 1:09 PM
for everyone
Ehmmm ini pelatihan pakem (pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan) pertamaku setelah aku undur diri dari posisi Trainer di dompet dhuafa (DD).  Pelatihan dengan DD di Aceh Utara desember 2007 lalu adalah terakhir aku memberi real training (istilahku untuk model training roda pesertaan).  Selama rentang des-jun aku lebih banyak melatih guru-guru untuk materi Penelitian Tindakan Kelas.  So....jadi kayak come back gitu deh...butuh seminggu buat memformulasi format training agar beda banget dengan training DD and aku punya keistimewaan sendiri....akhirnya ide-ide mengalir juga dengan deras...sampai ga ke bendung...begitulah jika ide muncul berseliweran dan segera aku tanggkap paling tidak semua ide ditulis dulu di buku khusus...EDUINSPIRA that's the big clue for my ideas.  Jika ditanya kesan tentang pelatihan ini?  Wah...agak sulit mengungkapnya...this was the first time i trained teachers without senior couple like in DD... so agak dikit repot gitu....ditambah  bogor yang sering mati lampu akhir-akhir ini....jadi beberapa kali LCD and musik ga bisa nyala...ga optimal sih tapi as a trainer harus bisa mengatasi semuanya.....lancar...ok!!! Agak sedikit kaget ketika simulasi, para peserta tak terkendali...coba intropeksi...karena bengbeng kali...ternyata motivasi eksternal itu ga bagus!!! lain kali back to ikhlas lagi....ini jadi pelajaran bagi ku...sebagai trainer..aku ga akan ngasih hadiah materi lagi deh...cukup tepuk.... supraisenya pas cermin/ceramah singkat mereka khusu banget memperhatikan setiap kata yang keluar dari mulut saya...takjub deh.  Pelatihan ini diadakan di Mualimin Muhamadiyah Leuwiliang, kerjasama Pemuda Muhammadiyah dan PMPTK.  Beberapa guru harus turun gunung dari Jasinga...dan mereka jarang sekali dapat pelatihan.  Wah...senangnya bisa berbagi ilmu dan menginspirasi mereka untuk menjadi guru kreatif.

Blog EntryESQ 165May 29, '08 1:06 PM
for everyone
Pada hari kamis, 22 Mei 2009, bu dian dari kepegawaian uin menelepon saya, mengabarkan pada saya untuk mengambil surat undangan training ESQ pada 25-26 Mei 2008, yang diadakan sebagai pembekalan bagi para CPNS.  Training ESQ??? kepala saya berputar-putar mengingat kembali training yang sempat saya lakukan pada tahun 2001/2002 di Asih Putera Cimahi.  Dalam pikiran saya terbayang sebuah training yang penuh teriakan histeris Allohu Akbar, orang-orang menangis....pikiran saya pun melayang pada suasana saat itu..."ibu meti kepala T AP2 pingsan, saat menangis dan saking menghayati training tersebut, suasana panik pun terjadi....Sewaktu semua jendela ditutup, dan ruangan dibuat gelap, pak dedi selaku sekjen YAP mengatakan...kondisi seperti ini mirip penggojolokan untun cuci otak......" saya pun menyangka ah training pasti seperti itu lagi....mirip acara-acara mabit yang 2/3 malamnya selalu diisi muhasabah.....saya pun menyiapkan diri untuk kondisi itu.
Hari H tiba...ternyata ini traning ESQ165.  Ada beberapa persamaan dengan ESQ yang saya ikuti dulu, yaitu suasana kelam, sound system yang memekakan telinga, dan LCD masih dipertahanan sebagai kekuatan training, bedanya sekarang layar LCDnya lebih besar seperti layar tancap bioskop, layar pun ada dua buah, sound systemnya lebih canggih seperti acara kondangan.  Materi yang disajikan dihari pertama secara konten sama, bedanya materi ESQ165 dikemas dengan tampilan yang lebih halus, pemotongan-pemotongan tida terlihat, sepertinya dibuat di flash bukan di power point, dan gambar-gambarpun lebih halus, dan satu lagi Ary Ginanjar sebagai tokoh ESQ ditiap tampilan menjadi sebuah icon.   Perbedaannya dari ESQ dulu: ESQ165 sangat entertain, experience trainingnya lebih terasa, disajikan ice breakers2 sebagai pemanas dan pereda jengah, selain itu dramatisasi baik dengan suara, icon kinestetis, dan bermain peran ditampilkan secara optimal.  ESQ165 juga makin berkembang, tidak hanya ranah iman, tetapi merambah ke ranah ihsan dan islam.  Pada ESQ165 juga disediakan tim medis, ini memang penting siapa tahu ada peserta yang pingsan seperti waktu di AP dulu. Sebagai icon training motivasi atau inpirasi atau ledership tampaknya tim ESQ165 terus belajar untuk menyajikan sesuatu yang terbaik bagi pesertanya.  Hal yang membuat saya salut pada training ESQ165 adalah training ini lintas agama, banyak alumni training yang non islam, tetapi semua rangkaian training menggunakan al qur'an dan sebagian kecil hadits....dan dengan bijaksana ESQ mengutip buah karya Kyai Kang Jeng alias Mas Emha...

Jika dalam ESQ 165 ada rukin iman, islam, dan ikhsan
Bukan berarti ekslusivisme aliran atau agama
Tapi keinginan untuk menyampaikan kebenaran

Kalau dalam ESQ 165 ada Al Qur'an
Itu bukan untuk golongan,
Tetapi untuk seluruh umat manusia

Bukan Al Qur'an untuk Islam
Bukan dunia untuk Islam
Tetapi Al Qur'an dan Islam untuk dunia
Islam merindukan perdamaian dan kebahagiaan sejati
Bersama dengan yang lainnya
WOW..........LUAR BIASA!!!!!


MEMANG HANYA DENGAN BERPENGGANG TEGUH PADA AL QUR'AN+AS SUNAH (POKOKNYA SUMBER SYARIAT ISLAM), KEMUDIAN DIREALISASIKAN OLEH TATANAN PEMERINTAHAN, KEBANGKITAN INDONESIA EMAS 2020 AKAN DIRAIH.  Sebagaimana Madinah bangkit setelah Rasulullah saw menjadikan Madinah sebuah negara dan sebuah Pusat Peradaban Islam.  Sebagaimana jepang secara sistemik bangkit karena restorasi meiji.....so...tetap butuh daulah yang berlandaskan qur'an wa sunnah jika ingin kebangkitan umat terjadi...lihatlah Indonesia jaman orla pake sosialis kita krisis, jaman orba pake kapitalis-pancasilais kita pun krisis, dan jaman reformasi pake kapitalis-liberalis kita bangkrut....jadi saatnya memilih syariat dan khilafah sebagai alternatif......

Blog EntrydON'T rIDE IF you ARE IN "KALUT' SITUATIONMay 17, '08 4:57 AM
for everyone
Mengendari motor atau mobil memang perlu situasi yang tenang: pikiran tidak kalut dan tidak terburu-buru, selain yang biasa dilakukan: konsentrasi, tidak ngantuk/lelah, dan cek kesiapan kendaraan untuk on the road....pikiran kalut ternyata bisa menyebabkan lost control...itulah yang terjadi pada saya, sehingga mendapatkan kecelakaan pada sabtu minggu lalu...jatuh dari motor...untungnya nasib saya tidak setragis Pak Sofyan Sopian yang menghembuskan napas karena hal yang sama yaitu jatuh dari motor.....walaupun memang menurut kabrnya pada saat itu saya memenag cukup parah tak sadarkan diri...untungnya...masih dberi kesempatan untuk bertobat! 

Blog EntryShort or shock Course?Apr 1, '08 12:19 PM
for everyone
Sebelumnya Bu Maemunah dari UIKA Bogor menawarkan agar saya ikut short course dari Depag, tujuannya adalah memperkuat pengajar PGSD UIKA.  Saya menolak, dan lebih baik, mencari yang lain saja jangan saya.  Dan Bu Maemunah pun mencari pengganti saya.  Tetapi awal januari, PD II memanggil saya, dan saya harus ikut short course UPI menggantikan teman yang lain .... wah masuk di tengah semester...tentu saja ...banyak ketinggalan yang harus dikejar...wahhh ini bukan short course lagi tapi shock course.  Tentu saja saya tak  punya target nilai, targetnya yang penting semua tugas terkerjakan....ehmmm untungnya penilaian menggunakan portofolio, kalau menggunakan ini saya agak Pede...sebab presentasi dan menulis makalah sudah jadi tradisi....walau bagaimana pun ada banyak keuntungan ikut short course, minimalnya makalah-makalah yang tadinya ditunda-tunda penulisannya, akhirnya selesai, karena dipaksa oleh short course...so  THANKS GOD! ALHAMDULILLAH

Blog EntryAsih Putera Dalam KenanganMar 29, '08 12:04 PM
for everyone
Asih Putera mempunyai kenangan tersendiri bagi saya.  Pendalaman dan penempaan pendidikan saya dapatkan disini.  Asih putera memang bukan persentuhan pertama saya dengan pendidikan.  Sebelumnya saya pernah terlibat penelitian gizi di SDN Dramaga, mengajar di SMP Yapsida, dan SMA Kosgoro.  Tetapi persentuhan saya dengan Asih Putera relatif lama dan juga saya membangun prestasi di sini.  karir saya disini diawali dari guru SD Islam Asih Putera (kemudian sekitar 1998/1999 berubah menjadi MI Asih Putera), dalam perjalanan menjadi guru MI yang paling membahagiakan saya adalah, ketika saya mampu memotivasi Annisa (angakatan pertama) tentang kemampuannya di sains, dan yang luar biasa adalah metode mengajar saya dengan memberi kesempatan pada anak hear, see, and touch mampu menghantarkan Eros (angkatan ke 2) meraih nilai 10 di rangkaian listrik dan rata-rata >6 di sains.  Mungkin nilai ulangan 10 itu satu-satunya yang pernah Eros dapatkan ketika di MI AP.  Selanjutnya saya menempati ketua litbang pendidikan, sebuah jabatan yang sebetulnya tidak saya inginkan, karena dalam hidup saya, saya tidak terlalu memperdulikan jabatan, bagi saya bekerja, berkarya, dan berprestasi itu saja.  Pada jabatan ini saya mencoba mengumpulkan lembar-lembar berserakan dari sejarah AP, juga dari karya guru.  LKS di bidang Terpadu pada tahap ini terus disempurnakan, baik dari sisi tampilan maupun kualitas.  Sayangnya ketika direktur madrasah dipegang oleh Lilik Chumedi tahun 2002 (Kaki tangan A Gym) litbang ini dibubarkan, otomatis semua pekerjaan yang pernah dilakukan diberhentikan juga.  Dan yang menjadi miris bagi saya, ketika tahun 2006 back a moment, tak tampak perkembangan yang berarti dari sisi kualitas LKS, bahkan boleh dibilang lebih baik kualitas dan makna yang dahulu baik dari sisi lay out, maupun isi.  Padahal nama AP sudah semerbak, mungkin terjadi ketimpangan antara kualitas SDM dengan kemajuan fasilitas????  Ketika di litbang itulah saya diamanahi untuk merintis MTS, nada ketidak percayaan akan kemampuan saya bertebaran, ketika menonton petualangan sherina ada pak edi sudrajat, pak yusuf, dan beberapa yang lainnya...mereka membicarakan saya dan meragukan kemampuan saya, ya wajar pada saat itu saya memang anak kecil, umur saya pun belum 30 tahun. Tetapi bermodal dorongan dari Pak Dedi Kuswandi dan Motivasi dari Bu Ida juga semangat dari Pak Suhana, dan dukungan guru TK AP 1 waktu itu saya maju terus dengan konsepkonsep MTS. Serangan kritis atas konsep MTS pun datang mengalir dari Bu Wisya...tetapi semuanya saya anggap sebagai kritik membangun (atau dasarnya saya cuek???kalau merasa benar tidak melanggar syara maju terus...itu prinsip saya).  Dukungan orang tua kelas 6 angkatan ke-2 yang membuat MTS AP walau tak punya ruangan, tetap berjalan dengan 24 siswa, suatu awal yang sangat baik....karena siswa dari MI AP saat itu berjumlah 36 orang.  Tahun berikutnya jumlahnya bertambah menjadi 36 dari 36 siswa AP.  Untuk dua angkatan ini saya kenal baik dengan orang tua mereka.  Angkatan ketiga bisa diyakinkan untuk memilih AP setelah saya mempresentasikan program.  Saya memang dipilih teman-teman menjadi kepala sekolah pertama, dan kesolidan guru saat itu "Bu Yuni, Bu Lilis, dan Pak Ahmad" membuat MTS berjalan sesuai dengan konsep yang diharapkan.  Sayangnya saya melanjutkan kuliah S2 dan keaktifan di MTS pun berkurang (konsekuensi sekolah adalah tidak boleh menjabat kepsek, maka kepsek sementara diserahkan pada pak suhana), Tahun 2004 dengan  berbagai kerumitan rumah tangga dan fokusing tesis, membuat saya mengajukan cuti di luar tanggungan.  Kepindahan ke Bogor 2005 juga membuat saya kian menjauh dari AP.  Kultur shock dari budaya sunda ke betawi membuat anak saya mogok sekolah, akhirnya ia balik lagi ke ap (pertengahan 2006) dan tinggal bersama neneknya, tetapi kerumitan pun terjadi lagi, yang kemudian memutuskan saya menemani anak saya untuk sementara waktu,  dan I'am back to AP, banyak hal yang menjadi asing bagi saya...ketika kembali ke MTS...beberapa nuansa upacara masih kental dengan konsep awal, tetapi suasana mentoring menjadi hambar...padahal mentoring dipagi hari adalah sarana meniupkan indahnya menjadi mujahid pejuang syariah....para guru yang mulai multikultur....terus terang saya menjadi asing di lingkungan yang dulu saya rintis....belum lagi kantor yang tidak nyaman untuk bekerja without hot spot and internet (mungkin terlanjur suasana UIN Jakarta yang ol setiap saat??), akhirnya saya dan Bu Laela membenahi ruang yang cukup nyaman agar bisa bekerja.  Paling tidak bisa mengerjakan sesuatu dan mengobrol sesuatu yang lebih bermanfaat tentang pendidikan.  Terus terang mengobrol tentang guru lain atau orang lain bagi saya menyia-nyiakan waktu.  Hanya satu bulan, saya memang harus pindah ke MI lagi.  Ehm...kaya bola bekel aja.  dengan setumpuk teori pendidikan di kepala saya memang merasa miris dengan kualitas guru....apalagi setelah lihat SBI Madania dan JIS sebagai prototife active learning...wah guru AP ketinggalan jauh...hanya "naluri" yang menjadi landasan mereka mengajar.  Dan sangat disayangkan, lulusan UPI yang ada di MI pada saat itu termasuk katagori malas mempraktekan pembelajaran berbasis active learning.  Wah...perlu banyak upgrading...saya pribadi menyediakan diri...tapi guru-guru tampak ogah-ogahan...saya pun tak bisa memaksakan....dalam batin saya..ilmu yang ada pada saya tak dibagi-bagipun tak apa, tak akan basi... terlalu banyak konflik dan ketakutan pada guru, dan ini menjadi penghambat mereka untuk mengekspolere kreatifitas mereka.  Ehmmm dimana akarnya??? bagi guru-guru lama hasil rekutan tahun  sebelum 2001 jiwa sepenuh hati masih membekas kental, tetapi setelah 2003 tampak oleng .  Ya...apa pun yang saya saksikan di tahun 2006 mudah-mudahan tidak terjadi sekarang, karena pendidikan di zaman mendatang dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah...perlu profesionalisme, tim building, dan jiwa inovatif yang tetap berpegang pada tekad "mendidik sepenuh hati"  SUKSES TERUS AP SAYANG  .

Blog EntryAceh again!Mar 21, '08 12:48 AM
for everyone
Ke Aceh Utara lagi....! Ini kali kedua ke Aceh Utara lagi, tetapi sebetulnya ini waktu yang tidak tepat, karena ada banyak agenda di Jakarta dan Bogor, Jadi pergi dengan pikiran yang kalut, ditambah lagi fisik yang tidak fit, karena hari-hari sebelumnya tiddak pernah berhenti untuk istirahat, bahkan sabtu minggu masih harus bekerja....wah saya kadang merasa tidak adil!  Mungkin yang lain bisa seenaknya masuk kantor hanya 2 hari dalam seminggu dan 3 harinya lagi melakukan kegiatan lain entah di Depok, di Garut, atau di Bandung, tetapi saya tetap masuk tiap hari, karena saya tidak bekerja berdasarkan contoh atasan, tetapi saya bekerja karena komitmen pada umat.  Lagian saya berusaha untuk menyelesaikan buku panduan pendampingan...soalnya saya punya firasat tidak terlalu lama lagi akan berhenti dari DD...banyak alasannya, diantaranya adalah ritme ke luar kota yang cukup intens, bagi seorang ibu tentu saja pekerjaan ini tidak cocok.    Saya akan memberikan pelatihan tentang media pembelajaran IPA....ketika pelatihan mulai, saya mengobrol dengan rekan-rekan guru Aceh Utara....wah...wah...pelatihan seperti ini ternyata bukan yang pertama kali mereka dapatkan, sebelumnya banyak pelatiahan yang sudah mereka dapatkan dari UNICEF SAVE chiLdren, Heritage Foundation, ....  sehingga wajar kalau ada peserta merasakan, bahwa pelatihan ini tak menambah pengetahuan atau skill mereka, walaupun kebanyaakan peserta menyatakan 30% materi sudah pernah mereka dapatkan, artinya 70% materi yang dilatihkan adalah baru.  Dan yang kedua terbesar adalah 50% materi ini sudah mereka dapatkan.  Terus terang agak sedikit kecewa...tetapi sekali lagi mungkin ini prinsip DD??? yang penting penerima manfaatnya banyak??? Pelatihan berlangsung 3 hari dengan peserta 150 orang...., tetapi terus terang...saya menyangsikan hasil pelatihan ini secara kualitas....bagi saya SMALL IS BEAUTIFUL... KECIL TETAPI KUALITAS YANG DICAPAI MENAKJUBKAN...MAKA SELURUH DUNIA AKAN MELIHAT ITU, DARIPADA BANYAK TETAPI LAKSANA BUIH....terus terang hati ini yang selalu berontak, ketika harus melakukan pelatihan dengan model seperti ini (walaupun sampai sekarang saya masih harus mematangkan ide-ide ini, dan belum muncul "AHA"...) lagi-lagi saya merasa telah membubajirkan dana umat, yang seharusnya bisa digunakan sesuatu yang lebih manfaat.  70 juta dari DD Bandung, bisa disumbangkan 10 komputer untuk 10 sekolah di pelosok Aceh utara, atau 1 buah ruang perpustakaan dengan bukunya yang sangat representatif.  Atau 7 kendaraan bermotor bagi guru pelosok yang kesulitan untuk datang ke sekolah.....atau beasiswa bagi guru SD yang akan melanjutkan ke S1.  Jika pelatihan sekali dan tak berkelanjutan...saya selalu berpikir ini mubajir..., kecuali pelatihan tertentu yang sedang saya garap untuk guru-guru...(tak akan saya bilang-bilang dulu takut dicontek he...he...he...). 

walau bagaimana pun ada beberapa hal yang menarik dari perjalanan ini:
Driver yang mengantar kami adalah orang aceh, ia banyak bercerita selama di jalan, saya pun jadi NGEH dengan kota Peurlak...kata pertama masuknya Islam yang ternyata kondisinya luar biasa memprihatinkan, bahkan katanya termasuk kota yang miskin...(wah, senasib dengan islam, yang juga terpuruk pada saat ini).  Yang menarik kedua adalah ketika pulang...perjalanan seorang diri selalu lebih mengasyikan bagi saya, karena saya menemukan hal-hal menakjubkan.  saya berkenalan dengan Icut dan Irma, dua orang baik hati yang mau menampung saya untuk beristirahat sebentar, sebelum melanjutkan perjalanan.  Icut adalah teman seperjalanan saya dalam bis malam dari Aceh ke Medan, ia bekerja sebagai pegawai toko, awalnya saya agak waspada...tetapi di terminal saya diingatkan oleh orang aceh, "kalau sama orang aceh ga usah takut, tetapi sama orang medan hati-hati"  jadi dengan berpedoman pada perkataan orang aceh di terminal, saya mau saja ketika Icut mengajak saya untuk ke rumahnya dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.  Hemmm rumah yang sangat sederhana, yang menjadi kosan Icut, di kamarnya hanya ada kasur yang digelar di lantai, lemari, dan dispenser...tapi di kosan sederhana ini saya pun tertidur pulas...sampai mimpi pula.  Yang paling mengesalkan dalam perjalanan ini adalah...ketika di pesawat, dibelakang saya ternyata para bisnisman and woman, yang kenalan, lalu bicara bisnis, kayaknya bidang property mereka berbicara terus masalah bisnis dalam bahasa china...suara perempuan china yang cerewet itu betul-betul membuat telinga saya sakit..... terlebih bandara polonia pasca terbakar sangat semerawut, sehingga kesempatan istirahat dengan tenang tak bisa dilakukan....tadinya saya berharap di pesawat bisa istirahat, tapi...cerewetnya orang cina membuat pekak telinga saya.  Kalau begini saya lebih baik memilih pesawat yang paling murah....walaupun bersatu dengan para penenteng dus indomie tapi saya bisa tidur nyeyak karena tidak diganggu orang-orang yang menggunakan pesawat sebagai ajang bisnis.
Oh..ya diperjalanan ini , saya menyempatkan diri untuk shalat subuh berjamaah di mesjid dekat hotel, teman saya dari Aceh dulu sering mengingatkan saya, kalau jarak rumah-mushola dekat, pantang solat di rumah, itu orang Aceh, maka saya pun berkeinginan melihat itu, sayangnya saya sholat di mesjid yang berada di Kompleks ABRI, jadi perempuan aceh yang kemesjid hanya ada satu shaf saja.  By the way lebih mending, daripada di komplek saya, tak ada perempuan yang mau shalat subuh di mesjid.
Saya masih berharap bisa datang lagi ke Aceh...tetapi membawa sesuatu yang lebih bermanfaat!

Blog EntryPerjalanan ke CirebonMar 19, '08 7:17 AM
for everyone
Cirebon adalah kota selanjutnya yang aku singgahi untuk pelatihan guru, kami menyebutnya level 1, pada level ini sistemnya memperkenalkan PAKEM, KTSP, dan PBK.  Seharusnya bukan aku dan bu evi yang pergi, tetapi Pak Fikri dan Pak Asep, tetapi Pak Fikri pada waktu itu ga bisa pergi, jadi pelatihan 4 hari ini dibagi dua, 2 hari saya dan bu evi dan 2 hari berikutnya pak Asep.  Sudah saya bayangkan cirebon yang panas...dan umumnya wilayah panas pasti kusam dan gersang...tetapi memasuki Kota Cirebon, kesan itu berubah 180 derajat.  Cirebon ternyata kota yang indah dan bersih, bahkan keberersihannya telah menuai prestasi adipura.  Wah,,, cirebon betul-betul siap menjadi kota pariwisata.  Hotel yang kami tumpangi pun harganya cukup murah 180 rb per kamar (setelah dapat potongan cooperate REPUBLIKA).  Seperti biasa, pelatihan berjalan...kadangkala rasa jenuh pelatihan mendera...rasanya bosan melatih ini ini terus, walaupun peserta berbeda-beda.  ritmenya setiap bulan melatihkan hal yang sama paling tidak dua kali...saya kadang bertanya, "apakah pelatihan  ini cukup aplikatif bagi guru?apakah pelatihan memberi manfaat yang cukup besar bagi pembendaharaan metode mengajar guru? apakah betul pelatihan ini mengubah paradigma guru? apakah..." semua pertanyaan itu berputar-putar di kepalaku.  Aku kadang merasa bahwa pelatihan ini hanya menghabiskan uang umat saja...mengapa? karena 20 tahun sudah active learning di perkenalkan, disosialisasikan, dan dilatihkan, di proyekkan lagi, tetapi hasilnya???? semua tanda tanya.  Apa yang menyebabkan ini semua? kultur?malas? atau apa???? tapi semua ini menjadi bahan refleksi bagi saya untuk memformulasi, cara efektif melakukan reformasi pengajaran guru...Harapan besar saya ada di LPTK, karena LPTK adalah pencetak para guru....obsesi saya adalah WORKSHOP......DOSEN LPTK TERUTAMA PGSD....! MUDAH-MUDAHAN ADA JALAN DARI ALLOH.


Blog EntryPerjalanan ke KupangMar 18, '08 6:59 AM
for everyone
Kupang, NTT adalah kota ke tiga yang aku kunjungi untuk pelatihan.  Kali ini temanya tentang mitigasi bencana.  Agak mendadak mendapatkan tugas ini, karena seharusnya yang pergi adalah Pak Fikri,  tapi akhirnya aku terima juga.Kusampaikan keinginanku untuk menelusuri kota ini, pada Bu Evi.  Bu Evi membicarakan tentang Mas V, Teh Y, Bu L, Pak F, dan B N yang merupakan petinggi di DD Republika, yang jika ada tugas ke luar kota, mereka datang, kerja, dan segera pulang lagi, tak sempat menikmati apa pun di kota yang dikunjungi.  Ehhhmmm, pikirku.  Lalu aku tanya balik ke bu Evi, "Enak tidak bekerja dengan ritme seperti itu?"  Saya salut pada orang-orang yang bekerja dengan dedikasi seperti itu, tetapi saya bukan tipe orang seperti itu"  Jika berkunjung ke suatu daerah yang paling saya sukai adalah merasakan masakan daerah tersebut, mengenal budaya daerah tersebut, dan hunting oleh-oleh, karena walau bagaimana pun oleh-oleh adalah cermin dari masyarakat tersebut (oleh-oleh 5.000 an biasanya yang saya cari).  Rasanya rugi sekali, sudah jauh-jauh ke suatu tempat, dibayar pun sangat minim (padahal 2 jam sekaliber saya, ngisi seminar di UIN bisa dapat 1,3 jt) ehhh cuma berkutat dari bandara-hotel-tempat pelatihan-hotel-bandara...wah sayang sekali tak dapat apa-apa.  Alhamdulillah bu Evi satu pemikiran dengan saya.  Dengan diantar kakak sepupunya, kami menelusuri kota kupang yang ternyata pulau ini sangat indah, laut membentang di samping kiri jalan.... Kami menemukan tulisan yang lucu.....ketika sampai di sebuah goa.  Namanya goa itu silahkan anda baca yang keras pada saat ini, boleh sambil berteriak '"G   U   A      M O N Y E Tya begitulah orang Kupang menulis goa monyet, yang memang disana banyak monyet.  Kami bisa menikmati jalanan bebas hambatan di Kupang...karena hanya mobil kami saja yang ada di jalan tersebut.  Pagi sebelum pulang, kami sempat berfoto di bawah tugu sasando.  Sasando adalah alat musik asli kupang.  Yang menarik dari sasando adalah memainkannya dengan cara di "sintreuk", saya terkejut ketika tahu cara memainkan alat musik ini.  Gitar, kecapi, dan harpa diperlakukan sangat lembut sehingga menghasilkan nada-nada indah.  Sasando di "sintreuk" bunyi yang dihasilkan indah memang, tetapi. "...sebelumnya guru-guru pada saat pelatihan mengatakan bahwa anak-anak disini keras-keras, kalau kitanya lembut akan dilecehkan, jadi kitanya harus ikut keras juga...bahkan main pukul..."  saya mencoba menghubungkan cara memainkan sasando dan watak orang-orang kupang....mungkin ini ada hubungannya.  Kekerasan mereka terlihat dari cara mereka memainkan alat musik khas mereka.  Saya pun sempat mengunjungi pantai Lusiana, pantai yang indah, tampak pula di pantai itu anak-anak sedang bermain....sayangnya saya gak sempat makan jagung bose...karena ke halalannya diragukan.  Good Bye Kupang, Mudah-mudahan segala hal yang telah kami berikan di pelatihan, tidak akan di praktekan, karena kalau sampai dipraktekan berarti wilayah tersebut kena bencana"


Blog Entryperjalanan Jogja IIIMar 17, '08 8:38 PM
for everyone

Jogja III: saya tidak menyangka jika ini kunjungan terakhir saya ke Jogja, karena pada waktu selanjutnya saya harus SAID GOOD BYE to DD Republika.  Saya pergi bersama bu evi, tapi saya pulang pergi sendiri dan berbeda waktu dengan bu Evi, maklum Bu Evi bersama suaminya (sambil honey moon kali!).  Tetapi di kesempatan ke tiga ini, saya lebih senang karena saya bisa kenal lebih dalam dengan Purna dan Susan (guru IT di Jogja), saya pun punya kesempatan melakukan hal-hal konyol dengan mereka bertiga, seperti di alun-alun yang harus berjalan lurus melewati dua pohon beringin...."diputar-putar dahulu, lalu kemudian disuruh berjalan melewati kedua pohon tersebut, masihkah bisa berjalan ditengahnya, konon katanya kedua pohon itu punya magnet yang menyedot setiap yang lewat dengan mata terpejam akan mengarah ke sisi kiri pohon atau sisi kanan pohon, saya coba...HOREEE bisa tetap berjalan di tengah....berarti BOHONG...! kataku.  Tetapi kemudian seseorang berkata, mbak jalannya harus sampai panggung!!! "Hahhh, kan pohonnya di sini...! magnetnya ya diantara dua pohon dong, kalau jalan segitu jauh ya dimanapun lama kelamaan akan miring-miring mencari apa pun yang bisa dipegang, lihat saja orang buta" pikir ku mengomentari ide yang gak masuk akal ini.  Yang lain mengatakan, mbak jalannya bukan dari sisi sini, tapi sisi sana...ini lebih masuk akal, maka aku coba...SEKALI LAGI HOREEE BISA TUH TETAP JALAN DI TENGAH!!!! aku buktikan itu!  Kesimpulanku sih....jika fokus, konsisten, percaya diri langkahnya benar, kemudian tidak takut sehingga harus meraba-raba, bisa tuh jalan konsisten ditengah antara dua pohon beringin itu......
Ini kunjungan yang sangat fantastis bagiku, aku pun sempat jalan ke pameran buku...beli buku untuk sekolah pendampingan, sekalian beli buku pelajaran untuk anakku...hebatnya aku dapat diskon hingga 30%......irit sampai 50% jika dibandingkan beli di sekolah anakku.  Jalan-jalan malam dimalioboro pun tak ku lewatkan.  Walaupun sendirian..aku sangat menikmatinya...hah.....terutama jalan-jalan malam di malioboro yang ramai, ketemu turis-turis dari jepang..
target kunjungan pun tercapai MI GIRILOYO sepakat mengokohkan diri sebagai SEKOLAH BERBASIS SENI BATIK... DAN SDN PACAR BERBASIS LINUX....mudah-mudahan keunikan yang sudah dibangun ini tetap dipelihara oleh penerus program saya di Jogja...karena keuinikan inilah yang bisa dijual sebagai berita, terbukti kliping PRESS REALEASE KAMI DI KEDAULATAN RAKYAT YOGYA ditayangkan ulang oleh Bapeda Yogyakarta.Good bye Jogja, dan buat sahabat guru di Jogja...Terus berjuang be the best!

Meninggalkan Jogja sebenarnya sangat berat bagi saya, karena I feel like home in Jogja.... Berada di Jogja seperti berada di Bandung, tidak begitu crowed....jadi ke Jogja bagi saya serasa pulang kampung ke Bandung.  Jogja masuk dalam daftar "Hommy" bagi saya setelah Bandung.
Jika ada lagu KLA Project, "...dipersimpangan langkahku terhenti, ramai di kaki lima, setiap sudut menyajikan....orang duduk bersila...musisi jalanan mulai berasksi......suasana Jogja..." maka keindahan ini akan teringat terus.  Kelak saya berharap MI GIRILOYO BERBASIS SENI BATIK berkibar di Mancanegara.


Blog EntryPerjalanan Jogja IIMar 17, '08 8:37 PM
for everyone
Jogja II: Pada perjalanan kali ini ak pergi bersama bu Evi, pergi bersama akhwat bagiku lebih nyaman.  Tujuannya adalah memberikan pelatihan tentang evaluasi pembelajaran....Oh ya di Jogja ini ada 3 sekolah Dampingan kami yang dibangun pasca gempa dengan dana dari EXXON MOBIL OIL.  setelah beres pembangunan gedung, dilakukan pula pendampingan yang tujuannya adalah membudayakan sekolah dengan PEMBELAJARAN AKTIF.  Secara pribadi aku berpendapat programnya simple, yaitu membuat sekolah mampu mengajar dengan basis student center, tapi secara pribadi aku pesimis dalam dua tahun bisa meraih itu semua, karena pemerintah saja dengan proyek2nya sejak 1980-an sudah melakukan CBSA dan kini PAKEM, tetapi sekolah-sekolah kesulitan mengadopsi CBSA & PAKEM ini.... Dua dekade sudah pembelajaran  berbasis student ini disosialisasikan dan ditrainingkan pada guru-guru bahkan ada sekolah-sekolah pilot project segala, tetapi hasil survei MBE proses pembelajaran di Indonesia kebanyakan masih teacher center dan tetap konvensional. Mengapa ini terjadi? menurut saya ada beberapa alasan kegagalannya:
1.  Guru sudah terlanjur enak dengan sistem pengajaran yang selama ini turun temurun diwariskan, dan mereka mempunyai bukti empiris banyak siswa mereka yang akhirnya berhasil menjadi orang, hata dengan pembelajaran konvensional tersebut.
2.  CBSA dan PAKEM adalah adopsi dari barat,  dan ada langkah panjang yang harus dilakukan oleh Indonesia ketika akan mengadopsi ini, karena kultur timur dalam pengajaran terlanjur mendarah daging, ingat dipesantren-pesantren yang merupakan cikal bakal pendidikan formal di Indonesia, kita mengenal metode sorogan dalam pembelajaran, yang mana peran utadz sangat sentral.  Guru sebagai orang yang serba tahu, tiba-tiba harus diubah menjadi guru dan murid sama-sama ingin tahu.  Proses ini tentu butuh waktu panjang.
3.  Pembelajaran CBSA dan PAKEM menuntut guru kreatif dan siswa aktif.  Siswa aktif ditandai dengan tingginya rasa curiosity, akses terhadap informasi, keberanian mencoba dan tidak takut salah/gagal, berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan kemampuan menulis, serta menganalisis menggunakan logikanya.   semua tanda siswa aktif tersebut tidak muncul pada kebanyakan anak Indonesia, karena lingkungan pendidikan secara holistik (keluarga, rumah, sekolah, dan sistem)  terlanjur memplotkan mereka menjadi massa mengambang.  Guru kreatif...juga tidak muncul...mengapa? salah satu faktor adalah MUDAHNYA MENJADI GURU DAN PERCETAKAN GURU BESAR-BESARAN DI ERA LAMPAU menjadikan guru kurang terseleksi dengan baik, yang penting GURU TERSEDIA. akhirnya sosok guru seperti KI Hajar Dewantoro dan KH Ahmad Dahlan, R.A Kartini dan R. Dewi Sartika sulit ditemukan kembali, yang banyak adalah menjadi guru adalah PEKERJAAN.  Profesi guru pun tidak lagi datang dari hati, tetapi dari money (bahaya ini juga akan terjadi dengan tunjangan bagi guru tersertifikasi)
4.  Bangsa ini tidak jelas mau mengarah kemana? secara kebijakan kita lebih suka jadi bangsa buruh dan tetap terjajah, sehingga kebijakan untuk pembelajaran aktif pun setengah hati...karena pembelajaran seperti ini punya potensi membahayakan negara yang lebih suka dengan status quo sebagai negeri buruh dan terjajah.  Pembelajaran aktif berpotensi melahirkan anak-anak yang kritis, kreatif, dan inovatif....jadi pengelontoran dana pun bersipat pilih-pilih...

Jadi tujuan yang simple dari target untuk SD Pacar, MI Giriloyo 1 & 2 di Jogja tersebut, bagi saya berat sebetulnya, dan kurang menjual bagi sekolah yang didampingi, karena suatu sekolah jika ingin terkenal harus punya keunikan, proses belajar mengajar berbasis active learning, kurang menjual, selain untuk mencapainya dalam waktu dua tahun bukan hal yang mudah.  Oleh karena itu saya berpikir keras, bagaimana memperkenalkan sekolah dampingan DD ini agar dilirik oleh masyarakat Jogja kalau bisa dunia!!!! Maka hasil putaran otak dan ngobrol dengan kepala sekolah, para komite sekolah, guru-guru IT, keluarlah sebuah jargon, untuk menjadikan SDN Pacar Berbasis Linux, dan MI Giriloyo Berbasis Batik.  Lalu ditawarkan jargon ini pada kepala sekolah... 
Diperjalananku yang ke dua ini, aku dapat bernapas lega, karena bisa jalan-jalan malam di seputar malioboro, sekalian beli buah tangan....


Blog EntryPerjalananan ku ke Jogjakarta IMar 15, '08 11:39 AM
for everyone



Jogja (begitulah orang sana menyebutnya dan tidak rela kalau disebut yogya...Toserba kali??) adalah kota kedua yang aku kunjungi setelah Aceh:
Jogja I :  Tujuan ku adalah menemani Pak Asep untuk bersama-sama memberikan pelatihan mengenai budaya sekolah.  Maklum aku belum tahu situasi kondisi, dan bagi Pak Asep ini perjalanan ke Jogja yang kedua kalinya.  Perjalanan kali ini cukup berliku, karena kami dibekali uang yang pas-pasan....akhirnya kami harus betul-betul mengirit, bahkan ketika akan pulang kembali, dari bandara kami bertanya-tanya apakah uangnya masih cukup untuk naik taxi???tapi alhamdulillah kami tak harus mengamen......karena kami memilih melewati jalan belakang bandara yaitu lewat tangerang (dengan membayar pajak pada petugas pintu bandara 3.000 mobil pun dizinkan lewat belakang), lebih irit karena tidak perlu melewati jalan tol Jakarta-Bogor yang bisa menghabiskan 20.000, selain juga lebih cepat tidak perlu berputar-putar karena kantor kami di Parung.   Walhasil kami membayar taxi 180 rb-an, waduh pas banget, uang yang tersisa ditangan kami memang segitu....  Ini kunjungan pertamaku ke Jogja, tapi aku tidak bisa jalan-jalan kecuali ke alun-alun yang ada kandang gajah itu....selain risi pergi dengan ikhwan kalau harus jalan-jalan segala, juga memang kami tak dibekali uang cukup....tapi aku tak sedih karena ini bukan perjalanan terakhir ke Jogja.



Blog EntryPerjalananku ke Langkahan Aceh UtaraMar 15, '08 9:05 AM
for everyone

Ini adalah penerbangan pertamaku.  Aku dijadwalkan berangkat pukul lima pagi menuju Banda Aceh.  Katanya dua atau satu jam sebelumnya harus berada di Bandara.  Admin kami, Mas Devi mengatakan bahwa kami akan dijemput pukul tiga malam. Aku pun bersiap-siap mulai pukul satu malam.  Karena akan meninggalkan anak-anak, maka dini hari itu aku memasak sarapan buat bekal mereka di pagi hari, menyiapkan batu, dan menyapu rumah.  Satpam komplek yang lewat depan rumahku, memandang penuh keheranan dengan kelakuanku yang menyapu di dini hari dengan pakaian yang sudah rapi.  Tunggu di tunggu, sampai jam tiga driver yang akan menjemputku belum juga datang.  Jam setengah empat juga belum nongol. Aku mencoba menganggu teman-temanku dengan menanyakan nomor Pak Fikri „manajer Makmal“ rekan yang juga ikut serta dalam perjalanan.  Aku meneleponnya dengan mengabarkan bahwa aku belum juga dijemput.  Beliau mengatakan untuk menunggu dulu.  Aku mencoba menelepon driver, tapi apesnya hanya bunyi nut...nut...nut yang terdengar.  Aku menelepon lagi Pak Fikri, menanyakan bagaimana langkah selanjutnya. Berangkat menggunakan bis dari Bogor ke Bandara? Wah...ternyata tiga tiket kami ada di sang driver.  Aku kemudian memutuskan untuk pergi ke kantor.  Tepat jam empat pagi, diantar motor oleh suamiku dengan membawa tas besar, aku pergi ke Bumi Pengembangan Insani.  Aku menanyakan kabar pada para satpam di kantor tentang keberadaan driver kami yang akan mengantar ke bandara saat itu, tapi tak seorang pun melihat, walaupun mobil elf yang akan mengantarkan kami masih terparkir di garasi kantor. 

Akhirnya aku masuk ke dalam kantor. Kondisi kantor yang berantakan, karena pembenahan dan relokasi ulang kantor-kantor tiap program, aku mencari celah, „susuganan“ tikert tertinggal di kantor.  Tapi pencarian sia-sia. Telepon kantor masih tergelatak di lantai, kondisi lantai pun acak-acakan.  Aku mencoba menelepon admin, tapi tidak ada yang mengangkat, menelepon pak Ibnu juga masih nut...nut...  Aku menelepon Pak Fikri, dan menyuruh aku untuk menunggu saja.  Memang tak ada yang bisa dilakukan kecuali menunggu, karena tiket ada di tangan beliau. Adzan subur pun berkumandang.  Kebetulan aku tidak solat, tapi aku keluar untuk mencari udara segar dan melihat anak-anak SMART sholat. Seorang driver lain yang tinggal di Asrama menyapaku dan menayakan aku.  Aku menceritakan kronologis peristiwa dan intinya menunggu driver  yang belum datang.  Akhirnya aku pun kelelahan menunggu, ku ambil dua kursi kerja dan ku coba memejamkan mata. Lima menit mata terpejam rasanya segar.  Jam setengah enam, Driver  muncul dan meminta maaf, karena telat bangun.  Aku naik mobil, dan kulihat tiket, pesawat berangkat pukul 6.30.  Satu jam ke bandara??? Hemmm…. Kami juga harus menjemput dulu  Rekan kami, Pak Fikri di Depok.  Ga Mungkin!!!!

Ya…..akhirnya tiket kami bertiga seharga 2,6 jt harus hangus…..!  Kami membeli tiket baru dengan harga 1,8 juta menuju Medan.  Tujuan ku ke Aceh adalah melakukan assessment awal.  Kami akan melakukan assessmen awal terhadap SDN 7 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.  Kami sedang menggarap sebuah proyek pembangunan SDN 7 Langkahan pasca bencana Banjir.  Karena SDN 7 Langkahan dekat sekali dengan EXXON MOBILOIL, maka perusahaan itulah yang akan mendanainya.  Assessment ini melibatkan seorang insiyur pembangunan lokasi, yaitu Pak Azis.  Insiyur dari kontraktor rekanan Dompet Dhuafa yang biasa membangun sekolah proyek Dompet Dhuafa.  Beberapa sekolah seperti SMAN Lhoong, Aceh Besar, MI Giriloyo Bantul, dan SDN Pacar Bantul adalah hasil kerjasama dengan perusahaan ini.

“Sesudah ada kesulitan pasti ada kemudahan”  kami dimudahkan mendapatkan kendaraan carteran dari Medan menuju Aceh Utara.  Sepanjang perjalanan, bagi saya adalah jalan tol, karena seringkali hanya mobil kami saja yang lewat.  Pukul 11 kami sampai Posko Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa (MM DD) di Lokhsukon.  Di posko ada beberapa rekan yang sudah menunggu, karena sebelumnya kami mengkonfirmasikan kedatangan kami.  Mbak Saharti adalah koordinator  MM DD menerima kami, sayangnya beliau tidak bisa lama, karena pada pukul 11 malam itu juga harus ke Banda Aceh, untuk berangkat menuju Bogor esok harinya.  Jam 11 malam???seorang akhwat??? Ah rupanya Aceh sudah aman sekarang.  Aku menginap di rumah kos Mbak Saharti bersama seorang ibu yang berasal dari Aceh asli.  Sementara Pak Fikri dan Pak Azis menginap di Posko MM DD.

Keesekon harinya kami pergi menuju lokasi SDN 7 Langkahan Aceh.  Kami diantar oleh Bang Samir, salah seorang pendamping MM DD di Aceh Utara.  Sepanjang perjalanan aku bertanya kenapa banyak pos penjagaan polisi.  Bang Samir menceritakan bahwa dulu lebih banyak lagi, ketika darurat militer.  Sekarang sudah berkurang.  Rupanya sejak perjanjian Helsinki Aceh agak tenang.  Tapi bukan berarti tenang sekali, karena kata Bang Samir ada masalah baru di Aceh, yaitu perampokan (atau lebih mirip perompakan).  Bupati Aceh utara yang terpilih pun dari GAM, tetapi ancaman-ancaman BOM masih ada.  Hemmm...rupanya antar kawan muslim senang sekali saling berperang, bahkan di wilayah yang menerapkan syariat Islam sekali pun!

Perjalanan dari Loksukon ke Langkahan cukup jauh, dan jalannya menanjak.  Dari bawah kami sudah melihat puncak jalan.  Sepanjang jalan pohon coklat melambai-lambai pada kami. Kecamatan Langkahan ada di Balik Bukit.  Spedometer mobil kami mencatat jarak nya 30 km.  Hmmm....cukup jauh bukan?

SDN 7 Langkahan, begitu plank namanya.  Pagarnya cukup kokoh....tetapi ketika memasuki halaman sekolah, tampak kumbangan air bercampur lumpur sisa banjir Desember 2006 lalu yang belum dibersihkan.  Anak-anak berkulit hitam dan berambut merah karena terbakar matahari tampak sedang bermain. Dari seluruh kelas yang ada, hanya tiga ruangan yang masih layak untuk digunakan sebagai kelas.  Sementara kelas lainnya kondisinya sangat ironis.  Beberapa langit-langit berlubang, bahkan atap bagian depan tampak miring seperti mau roboh.  Memasuki dalam kelas lebih lagi, kondisinya gelap dan tak sehat bagi mata anak.  Bangku dan kursi pun tampak lusuh karena serangan banjir. Beberapa anak bahkan harus rela berdesak-desakan untuk mendapatkan sedikit tempat duduk.  Anak-anak memandang ku sambil tersenyum-senyum dan berbisik-bisik.  Aku tawari mereka, „mau foto?“ seperti anak-anak umumnya, mereka pun langsung bergaya.  Beberapa kelas tidak ada gurunya.  Kata penjabat sementara kepala sekolah, Bapak Abu Bakar, kondisi seperti ini biasa terjadi.  Guru-guru yang punya kepentingan ke Loksukon harus pergi pagi dan pulang sore, karena bis dari Langkahan ke Loksukon hanya ada pagi dan sore saja.  Jadi kalau ada keperluan mereka harus meninggalkan tugas mereka.  Tiga kelas tanpa guru???? Bagaimana nasib generasi bangsa ini selanjutnya?

Aku masuk kelas, anak-anak yang sedang berdiri langsung duduk.  Sebuah sikap yang patut dihargai.  Berbeda dengan anak-anakku di MI Asih Putera Cimahi dulu, yang kurang memperhatikan kesopanan terhadap guru.  Ku sapa dengan salam. Kutanyakan, apa yang sedang dipelajari? IPA! Serentak, anak-anak menjawab. Oh materinya bunyi ya? Kemudian aku memberi pertanyaan, coba jika ibu ketuk meja ini kamu tetap duduk dan dengarkan, kemudian telingamu kamu tempelkan ke meja dan dengarkan ketukannya, mana yang lebih keras?  Anak-anak rebut menjawab sesuai presepsi dan dugaan mereka.  Nah…sekarang coba sendiri sama kawanmu! Kemudian aku beri tantangan lagi.  Jika kamu mengetukan batu di udara dengan di dalam air maka mana yang lebih nyaring? Anak-anak pun menjawab berebutan. „Nah, kalian suka berenang di sungai toh? Ya, anak-anak menjawab serempak.  “ Nanti pulang sekolah, kalian coba ya!“  Pada dasarnya semua anak sama, punya potensi rasa ingin tahu, potensi mempredikisi, dan potensi mencoba sesuatu.  Potensi yang tersia-sia jika pembelajaran guru di kelas hanya menyuruh anak untuk mencatat, mengisi LKS, dan mengoreksi jawaban LKS yang mana yang salah dan mana yang benar.

Kami pun masuk ke ruang guru, mengobrol dengan guru-guru.  Pada pertemuan itu guru-guru mengeluhkan susahnya mendidik anak-anak dengan orang tua yang tidak perduli dengan pendidikan dan menggerutu tentang keterpencilan mereka.  Saya sangat terkesan dengan cara Pak Fikri memotivasi guru-guru.  “Apakah orang-orang top dan para pemimpin di negri ini lahir dari sekolah dasar yang bagus?”  Soeharto? Apakah ia lahir di sekolah bagus dan di kota? Tidak! Ia besekolah di sekolah Desa. SBY juga begitu.....(banyak orang top lainnya di sebutkan beliau).  Jadi, ada kemungkinan calon pemimpin bangsa ini justeru lahir di wilayah-wilayah seperti ini, karena apa? Karena anak-anak tersebut teruji dengan kondisi alam dan masyarakat untuk tangguh.  Sedangkan anak-anak di kota, banyak dimanja dengan fasilitas.  Dan jangan dibayangkan ngajar anak-anak kota itu enak.  Masalahnya lebih banyak lagi, ada anak yang tidak mau diam misalnya...!“  Apa yang dikatakan Pak Fikri sangat mengesankan, ketika aku menatap guru-guru, mereka pun terkesima.  Secercah motivasi ini mudah-mudahan membuat mereka yang sejak 1997 tidak pernah mendapakan pelatihan apa pun, tersemangati.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju Dinas Kabupaten Aceh Utara.  Pak Kepala Dinas sendiri masih dalam perjalanan pulang. Karena sebelumnya beliau menghadiri RENSTRA Pendidikan Nasional di Sawangan.  Sebelumnya pun kami menenemui beliau dan kami telah menyatakan maksud program kami.  Di Dinas, kami bertemu dengan Pak Umar Arkhady dan Pak Hasan sebagai koordinator lapangan yang mengetahu banyak tentang kondisi lapang.  Kami berbincang-bincang tentang maksud program dan memohon bantuan dari sisi birokratis agar mendukung program ini.  Pada prinsipnya mereka sangat welcome (rasanya keterlaluan kalau tidak welcome, karena kami berniat turut membantu program pendidikan nasional).  Ada tawaran untuk pindah lokasi ke dekat smp, tapi kemudian kami mempertimbangkan keamanan lokasi tersebut, karena jauh dari pemukiman penduduk.

Selesailah kunjungan kami....tak waktu untuk jalan-jalan menikmati indahnya Lhoksemawe.....!Katanya sih, kerja DD seperti ini??? Oleh-oleh saya beli bersama Bu Kos di pasar terdekat.  Menunggu pulang pada malam hari nanti, saya pun mengobrol dengan Bu Kos.  Suaminya ternyata dulu anggota DPRD, dan ditemukan tewas ketika konflik dulu.  Bu Kos tak sendiri, beberapa tetangganya pun mengalami hal yang sama.  Jumlah janda di Aceh memang besar.  Konflik antar muslim telah membawa kesengsaraan baik pada keluarga, lingkungan, maupun negara.  Mengapa umat islam, gampang terpropokasi oleh isue dan dimainkan kepentingan asing??? Mungkin kata yang tepat untuk menjawabnya adalah „saatnya khilafah memimpin dunia“. 

Tengah malam, kami bersiap pulang menuju Medan, pesawat berangkat pukul 11.  Aku berniat mengunjungi kawan lama di Medan, sambil menunggu keberangkatan pesawat.  Tetapi rasanya ga enak, karena aku pergi bersama bapak-bapak.  Oleh karena itu aku mengurungkan niatku saja.  Sampai di Bandara masih Jam 7 an.  Pak Fikri meminta jadwal pernerbangan dimajukan.  Walaupun harus menambah uang, akhirnya diputuskan untuk mempercepat pulang.  Walaupun melelahkan....perjalanan ini pun harus diakhiri dengan alhamdulillah.



Blog EntryPELATIHAN YANG PALING BERKESAN BAGIKUMar 15, '08 4:31 AM
for everyone

     25  – 28 Desember 2007, saya memberikan pelatihan (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) bagi guru yang belum berkesempatan lulus portofolio sertifikasi guru 2007.  Pelatihan terhadap guru-guru RA di Propinsi Banten yang bertempat di MAN Model Serang memberikan kesan yang luar biasa bagi saya.  Pelatihan ini adalah pelatihan yang terindah dari semua pelatihan yang saya pernah berikan di berbagai kota mulai dari Aceh, Tangerang, Bekasi, Kerawang,  Bogor,  Jogjakarta, Jakarta, dan Kupang.  Mengapa pelatihan ini paling berkesan:

Pertama: di pelatihan ini kami menciptakan sebuah lagu

Kenal dengan irama lagu “becak” yang syairnya saya mau tamasya berkeliling-keliling kota…., nah saya gunakan lagu tersebut untuk permainan ice breaking “go around the world” saya Tanya kepada para peserta, “Ada kota yang ingin dikunjungi?” serentak menjawab, “Mekah!” Lalu permainan dimulai, dan akhir permainan ini adalah pergi ke kota…memutar irama becak!Saya minta para guru bernyanyi….Luar biasa kreatifnya guru-guru RA Banten, diinspiratori dan motori oleh Hj. Murjinah yang berasal dari Parangtritis Bantul, Ngojokja, mengalirlah syair lagu ”PERGI KE MEKAH” dengan irama becak.  Syairnya adalah sebagai berikut:

Pergi ke Mekah

 

Saya pergi ke Mekah

Berkeliling keliling ka’bah

Sambil baca Talbiah

Dan wukuf di Arafah

 

Lalu melempar jumroh

Ulawustho aqobah

Lari...lari...

Dari Sofa ke Marwah

Kedua, Saya ya juga mendapatkan puisi dan 1 keping  VCD tentang haji. 

VCD tentang Haji Nan Syarat Makna oleh  Nong Ella (salah seorang guru RA Banten yang menjadi peserta) seperti doa bagi saya yang berharap untuk bisa pergi ke Baitullah.  Bu Ella pun membuatkan puisi bagi saya, yang menggambarkan saya dengan kesederhanannya.

Aku terkejut….

Ketika di rumah ketua MPR itu ….

(komentar RED: kayaknya bu Ella pernah ke rumah Pak Hidayat Nurwahid)

Muncul sang nyonya si empunya rumah…

Nyariis tak bermake up…

Baju yang melilit ditubuhnya pun tak bermerek

Namun, wibawa yang dia usung lewat sikapnya

Menunjukkan, bahwa wanita itu penuh charisma….

 

Kini aku….. kembali terkejut…

Wanita lain berdiri dihadapanku

(komentar  RED: ini ditunjukkan pada saya yang sedang geer)

Pun tak bermake up….

Pakainya pun tak bermerk…

Tapi…senyum yang selalui dia tebarkan….

Menujukkan bahwa dia memiliki berjuta pesona….

 

Dan…

Dua wanita itu…

Adalah wanita yang paling tawadhu

Yang pernah ku temui di jagad ini….

 

Serang, 13 September 2007

To Bu Yanti dari Ella



Terakhir mudah-mudahan kesan dari Nur Azizah pada saya menjadi perangkum kesan dari semua peserta yang saya latih, “Selama berlangsung kegiatan belajar mengajar di RA yang walaupun Cuma hanya 2 hari, tapi banyak kesan-kesan yang mendalam yang tidak mungkin dilupakan: kesederhanaan, tutur kata yang menyejukkan, dan dapat mengihupkan suasana”.


Blog EntryAYAT-AYAT CINTA FILM ISLAMI ATAU CINTA?Mar 15, '08 12:28 AM
for everyone

Terus terang saya sendiri belum pernah menonton film ini (KARENA MENONTON DI BIOSKOP DIHARAMKAN SYARA, BUKAN KARENA FILMNYA YANG HARAM, TETAPI KONDISI IKHTILATNYA), tetapi saya sudah baca novelnya.  Novelnya bercerita seorang FAHRI yang sangat menjaga hukum syara terutama dalam ikhtilat dan khalwat, oleh penulisnya Fahri yang mahasiswa Indonesia sedang melanjutkan S2 di Mesir ini dibentuk sebagai karakter yang cerdas dan lembut, tahfiz qur’an, pandai berdebat, punya wawasan islam yang sangat mumpuni, dan santun.  Sifat inilah yang kemudian membuatnya disayangi banyak orang dan di”gila-gila”in para akhwat.  Sebut saja Nurul mahasiswa asal Indonesia anak kyai besar di Jawa, Maria seorang kristen koptik yang hapal surat al maidah dan maryam, Aisha gadis bercadar yang bertemu di metro seorang keturunan Turki-Jerman-Palestina (yang ternyata adik dari temannya, keturunan buisnismaan Turki dan menjadi istrinya yang pertama, juga isteri yang sholehah), yang terakhir adalah Noura gadis tetangga yang sering disiksa dan Fakhri tampil sebagai peyelemat dari siksaan dan pelacuran yang dilakukan orang tua (yang kemudian diketahui bukan orang tua aslinya, karena tertukar sejak bayi) .  Cinta buta Noura lah yang kemudian membuat Fakhri menjadi tertuduh sebagai pemerkosa Noura.   Menurut pendapat saya pribadi, novel ini mempunyai misi (maaf jika salah mas Habib!):

1. “ikhwan yang selalu menjaga aturan syara terutama dalam ijtimai, taat beribadah, penghapal al qur’an, dan berwawasan islam, bisa tetap dicintai banyak wanita karena ketsiqohannya”.

2. pengorbanan seorang istri “Aisha”, demi kebebasan suaminya, dia merelakan Fakhri/suaminya, untuk berpoligami” ehhhmmm tampaknya logika para feminis tidak akan masuk pada ranah ini, tapi itulah CINTA, “love is blind but it can see in the dark”. So misi dari novel ini adalah “Poligami is not bad”.  Demi menjaga kesucian laki-laki, Fahri lebih memilih menikahi Maria, danAisha ridho!Booming film ayat-ayat cinta tampaknya bisa menghapus presepsi poligami buruk, yang digambarkan pasca A Gym menikah lagi.

3.  agama selain islam tidak akan diterima disisi Alloh, bagaimana pun baiknya, sopannya, sikap bersahabat dengan islam, bahkan hapal L QURan…digambarkan oleh penulis, bahwa maria tidak dapat masuk surga, hanya karena tidak bersyahadat.

4.  sayangnya di novel ini ada pula SEBUAH misi. Fahri digambarkan sebagaimana cap yang diinginkan barat pada indonesia, yaitu menjadi muslim moderat.  Hal ini tampak jelas ketika Fahri berdebat di metro dengan orang-orang mesir.  Fahri mengatakan bahwa setiap wisatawan kafir yang datang ke sebuah negeri muslim adalah ahlul dzimah, visa pun disamakan dengan jizjah (???).  apakah misi ini memang sengaja ditanam oleh Mas Habib atau karena ilmunya yang belum sampai, kita tidak tahu, sebelum novel-novel berikutnya mas habib realease, sehingga kita bisa mengatakan apakah memang mas Habib punya missi PLURALISME. Seperti yang diungkapkan majalah mujahidin edisi 17 shafar 1429 H. (baca juga sangmalam.wordpress.com)

Bagaimana realisasi novel ini dalam sebuah film yang diprediksi menjadi BOX OFFICE DAN DAPAT mengalahkan AADC? EHmmmm….pasti misinya ga nyampai deh!!! yang nyampai adalah balutan konflik jiwa Fahri dalam memilih 4 CINTA dan kemesraan yang terjadi ketika fahri telah mempersunting Aisha dan Maria!  Ini semua sebetulnya akan jadi PR bagi Hanung untuk belajar Islam kaffah! Sehingga misi religi dari sang pembuat novel akan sampai. Talenta yang luar biasa dari Hanung pun mudah-mudahan dapat dipergunakan untuk membuat film2 lebih bermutu yang tidak merusak moral generasi indonesia dengan cekokan budaya hedonis, permisif, dan transgresif. Hanung bisa menjadi pelanjut Deddy Mizwar dalam membesut film bermutu.

MENURUT SAYA JUGA, NOVEL INI BIASA SAJA, jalan ceritanya biasa saja, juteru yang bagus dari novel ini adalah deskripsi kairo.  Balutan konflik dalam novel malah dibuat datar dan mudah ditebak. BISA SUKSES KENAPA?KARENA JUDULNYA EYES CACHING BENAR! “AYAT-AYAT CINTA”, judul yang eyes caching ini membuat orang penasaran….tapi ceritanya sama dengan cerpen-cerpen yang suka dimuat di UMMI…

Oh ya, saya ada edisi on line novel ini, tetapi jika ingin baca lebih lanjut diajurkan beli novelnya (mudah-mudahan royalty nya banyak dishaqaqohkan)  ebook ayat-ayat cinta